- Home
-
- Entertainment
-
- Bebas tapi Terikat, Meng...
Bebas tapi Terikat, Mengenal Open Marriage yang Kembali Viral Usai Isu Reza Arap Ingin Nikahi Chyntia
Senin, 09 Feb 2026, 14:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Istilah open marriage kembali ramai diperbincangkan publik setelah muncul kabar mengenai Reza Arap yang dikaitkan dengan keinginannya untuk menikahi asisten pribadinya, Cynthya, namun tetap ingin mempertahankan kebebasan pribadi.
Isu ini memantik diskusi luas tentang makna, batasan, serta konsekuensi dari konsep pernikahan terbuka yang masih dianggap tabu di masyarakat Indonesia.
Secara sederhana, open marriage atau open relationship adalah bentuk hubungan pernikahan di mana kedua pasangan sepakat untuk memberi ruang satu sama lain menjalin relasi dengan orang lain di luar ikatan utama mereka.
Kesepakatan ini dilakukan secara sadar dan atas persetujuan bersama, bukan karena paksaan atau pengkhianatan. Dalam praktiknya, pasangan tetap menempatkan hubungan pernikahan sebagai prioritas utama.
Berbeda dengan perselingkuhan, konsep open marriage menekankan pada kejujuran dan komunikasi terbuka. Pasangan yang menjalani pola ini biasanya sangat menghindari munculnya keterikatan emosional atau romantis dengan partner seksual di luar pernikahan.
Fokus mereka tetap pada hubungan inti, sementara relasi di luar itu dianggap sebagai pemenuhan kebutuhan tertentu yang tidak boleh mengganggu ikatan utama.
Kesepakatan Bersama
Menariknya, setiap pasangan yang memilih open marriage umumnya memiliki aturan internal yang disepakati bersama. Aturan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan dan meminimalkan konflik.
Beberapa kesepakatan yang sering diterapkan antara lain larangan bersikap posesif, tidak mencampuri urusan pribadi pasangan, tidak memeriksa ponsel satu sama lain, serta tidak membandingkan pasangan resmi dengan partner di luar pernikahan.
Selain itu, demi mencegah tumbuhnya perasaan, ada pula batasan yang cukup ketat terkait interaksi dengan partner seksual. Misalnya, tidak diperbolehkan berkencan layaknya pasangan romantis, serta adanya larangan menjalin hubungan intim dengan orang yang sama secara berulang.
Aturan semacam ini dianggap penting agar hubungan di luar pernikahan tidak berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.
Meski terdengar ideal di atas kertas, open marriage bukanlah konsep yang mudah dijalani. Dibutuhkan tingkat kepercayaan, kedewasaan emosional, serta komunikasi yang sangat kuat. Tanpa fondasi tersebut, hubungan justru rentan diliputi rasa cemburu, ketidakamanan, hingga konflik berkepanjangan.
Kasus yang menyeret nama figur publik seperti Reza Arap membuat konsep ini kembali disorot dan diperdebatkan. Di satu sisi, ada yang melihatnya sebagai bentuk kebebasan dan kejujuran dalam hubungan modern. Namun di sisi lain, banyak pula yang menilai bahwa open marriage bertentangan dengan nilai komitmen pernikahan yang selama ini dianut masyarakat.
Pada akhirnya, open marriage adalah pilihan personal yang tidak bisa disamaratakan. Setiap pasangan memiliki definisi, kebutuhan, dan batasannya sendiri. Yang terpenting, apa pun bentuk hubungan yang dipilih, harus dilandasi kesepakatan, tanggung jawab, dan kesadaran penuh dari kedua belah pihak.***
- Reza Arap
- Cynthia
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.