Terungkap! Detik-Detik Terakhir Barbie Hsu sebelum Meninggal, Berawal dari Flu Biasa

Jum'at, 06 Feb 2026, 09:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Satu tahun setelah kepergiannya, kisah detik-detik terakhir kehidupan aktris Taiwan Barbie Hsu kembali mencuat dan menyentuh hati publik. Sosok yang dikenal luas melalui drama legendaris Meteor Garden itu meninggal dunia pada 3 Februari tahun lalu dalam usia 48 tahun.

Kepergian Barbie tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan penggemar, tetapi juga memunculkan refleksi tentang kondisi kesehatan yang selama ini jarang diketahui publik.

Ket. Foto: Barbie Hsu — Sumber: Tangkapan Layar

Barbie Hsu diketahui wafat akibat komplikasi pneumonia yang dipicu flu saat tengah berlibur bersama keluarganya di Jepang. Peristiwa tragis itu terjadi bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2025.

Rangkaian kejadian menjelang akhir hayat sang aktris diungkap secara rinci dalam program Korea Selatan Celebrity Soldier's Secret yang ditayangkan pada 3 Februari.

Dalam program tersebut, dokter spesialis Lee Nak-jun mengungkap bahwa kondisi kesehatan Barbie sebenarnya cukup rentan. Ia diketahui mengidap mitral valve prolapse, yaitu gangguan jantung di mana katup mitral tidak dapat menutup dengan sempurna, sehingga memengaruhi sirkulasi darah dan kinerja jantung secara keseluruhan.

Dokter Lee juga mengingatkan publik pada insiden medis serius yang pernah dialami Barbie saat melahirkan putranya pada 2016. Kala itu, aktris tersebut sempat berhenti bernapas, mengalami kejang akibat preeklamsia, dan berada dalam kondisi koma selama 10 hari.

“Penyakit jantung meningkatkan risiko preeklamsia, dan preeklamsia justru memperburuk kondisi jantung. Ini menciptakan lingkaran yang sangat berbahaya,” ujar Dr Lee, yang pernyataannya diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Menurut penuturan dalam acara tersebut, tak lama setelah tiba di Jepang, Barbie mulai menunjukkan gejala mirip flu, seperti demam tinggi dan nyeri di sekujur tubuh. Untuk meredakan ketidaknyamanan, ia dilaporkan sempat berendam di pemandian air panas atau onsen di hotel tempatnya menginap.

Namun, paparan panas tersebut diduga memicu lonjakan tekanan darah secara drastis dan memberi tekanan berat pada jantungnya yang sudah lemah.

Kondisi Barbie kemudian memburuk hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit. Di sana, dokter mendiagnosisnya menderita pneumonia dan menyarankan agar ia dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Meski demikian, setelah diberikan obat penurun panas, demam Barbie sempat turun, yang justru memberikan kesan seolah kondisinya membaik.

Barbie disebut ingin segera kembali ke Taiwan untuk beristirahat, dan keinginan tersebut diikuti oleh keluarga dengan memesan tiket penerbangan secepatnya. Namun, dokter Lee menegaskan bahwa penurunan demam pada pasien dengan penyakit kronis tidak selalu menjadi tanda positif.

“Pada pasien dengan kondisi kronis, demam yang menurun bisa berarti tubuh telah menyerah melawan virus,” jelas Dr Lee.

Tragisnya, dalam perjalanan menuju bandara pada sore hari 2 Februari 2025, Barbie mengalami henti jantung di dalam mobil. Ia sempat mendapatkan tindakan CPR dan perawatan intensif selama 14 jam, tetapi tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir keesokan harinya.

Setahun setelah kepergiannya, suami Barbie, DJ Koo Jun-yup, mengenang sang istri dengan mendirikan sebuah patung di makamnya yang terletak di Chin Pao San Cemetery, New Taipei. Momen penuh haru tersebut menjadi simbol cinta yang mendalam, sekaligus pengingat akan rapuhnya kehidupan di balik gemerlap dunia hiburan.

  • Kronologi Kematian Barbie Hsu
  • Penyebab Meninggalnya Barbie Hsu

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.