Epstein Files Viral Cuma Pengalihan Isu, Alibi Menutupi Kasus Lebih Besar?

Kamis, 05 Feb 2026, 15:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kehebohan dunia maya kembali muncul setelah beredarnya Epstein Files. Namun di balik gegap gempita publik, muncul dugaan kontroversial, apakah kemunculan file ini hanya pengalihan isu?

Pernyataan ini diungkapkan pegiat media sosial Alek Gerung melalui akun Instagramnya pada Rabu, 4 Februari 2026. Dengan nada blak-blakan tapi menimbulkan tanda tanya, Alek menulis, “Peringatan: File Epstein sebenarnya pengalihan isu?”

Alek menjelaskan ada sejumlah kejanggalan dari kemunculan Epstein Files saat ini. Pertama, kasus Epstein sejatinya sudah lama ada dan sempat ramai dibahas sebelumnya. Lalu, mengapa file rahasia itu baru dibuka kembali secara masif sekarang? Pertanyaan ini memicu kecurigaan bahwa ada tujuan lain di balik sorotan publik terhadap skandal tersebut.

Meski begitu, Alek menekankan kasus Epstein tetap penting untuk diusut, karena kejahatan yang terjadi nyata dan korbannya ada. Namun, ia menyoroti fenomena ini dari perspektif politik global. Menurutnya, dalam dunia politik, perhatian publik adalah komoditas paling berharga. Saat semua orang tersedot pada satu skandal, para elit global bisa dengan leluasa meloloskan kebijakan ekonomi, regulasi, atau keputusan struktural tanpa banyak debat.

Selain kejanggalan soal waktu kemunculan file, Alek menyoroti pola penyebarannya. File ini tidak hanya dibuka oleh media alternatif, tetapi juga media arus utama yang dimiliki oleh para elit global. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah mereka sengaja membuka aib sendiri, atau memang fokusnya bukan reputasi sama sekali?

Alek menekankan publik seharusnya tidak hanya terpaku pada individu atau skandal tertentu. Fokus utama harus pada pola dan sistem yang memungkinkan skandal itu dimunculkan, dikonsumsi publik, dan kemudian lenyap dari radar. Ia menyebutnya pola klasik pengalihan isu: skandal diterbitkan, emosi publik tersedot, isu penting lain meredup.

Sebagai contoh, Alek menyinggung manuver Donald Trump terkait Greenland. Gara-gara sorotan pada Epstein Files, isu besar itu meredup, padahal keputusan berdampak tetap berjalan tanpa pengawasan publik. Prinsip ini, kata Alek, berlaku juga di Indonesia: keputusan besar sering diambil saat masyarakat lengah karena emosi tersedot skandal.

Kesimpulan yang disampaikan Alek cukup provokatif, “Isu besar sering dipakai untuk menutupi isu yang lebih besar. Mereka paham psikologi kita.” Ia pun menekankan agar publik tetap waspada dan tidak larut dalam kemarahan, karena emosi berlebihan justru menurunkan kewaspadaan.

“Otak manusia sulit marah dan waspada sekaligus. Kalau otak dipenuhi emosi, kewaspadaan turun. Stay awake people,” pungkasnya.

Dengan begitu, Epstein Files yang heboh ini bisa jadi lebih dari sekadar skandal biasa. Ada kemungkinan besar ada isu lebih besar yang sedang disembunyikan, sementara publik terjebak dalam sensasi yang sengaja dibangun.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa
  • jeffrey epstein
  • berkas epstein

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.