Terseret Skandal Epstein Files, Intip Profil dan Deretan Kontroversi Pangeran Andrew
Rabu, 04 Feb 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM -Â Mencuatnya kembali kasus Jeffrey Eipstein menyedot perhatian publik. Salah satunya kemunculn sosok Pangeran Andrew dengan potongan foto dan video penuh spekulasi.Â
ProfilÂ
Andrew Albert Christian Edward Mountbatten-Windsor, lahir pada 19 Februari 1960, merupakan anak ketiga dan putra kedua dari Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Adipati Edinburgh.Â
Ia adalah adik kandung Raja Charles III dan sempat dikenal luas dengan gelar Pangeran Andrew, Adipati York. Saat kelahirannya, Andrew menempati posisi kedua dalam garis suksesi takhta Inggris, tepat di bawah kakaknya, Pangeran Charles.
Seiring waktu dan perubahan struktur keluarga kerajaan, posisinya kini berada di urutan kedelapan.
Masa muda Andrew diwarnai dengan pendidikan elit dan pelatihan militer. Ia menempuh pendidikan di Gordonstoun School, Skotlandia, sekolah yang juga dihadiri oleh ayah dan kakaknya.
Andrew kemudian memilih jalur militer dan bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy). Karier militernya cukup menonjol, terutama ketika ia bertugas sebagai pilot helikopter dalam Perang Falklands pada tahun 1982.
Pengalaman tersebut sempat meningkatkan citranya sebagai anggota keluarga kerajaan yang aktif dan berdedikasi.
Setelah tidak lagi aktif di militer, Andrew menjalankan peran sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Ia kerap mewakili monarki dalam berbagai kunjungan resmi, kegiatan diplomatik, serta menjadi pelindung sejumlah organisasi amal dan institusi pendidikan.
Selama bertahun-tahun, ia juga dikenal memiliki jaringan pertemanan internasional yang luas, termasuk dengan tokoh-tokoh bisnis dan politik.
Skandal
Namun, reputasi Andrew mengalami kejatuhan besar akibat kontroversi serius yang mencuat ke publik. Pada tahun 2014, Virginia Giuffre menuduh bahwa dirinya, ketika berusia 17 tahun, diperdagangkan untuk tujuan seksual kepada Andrew oleh pelaku kejahatan seks terpidana, Jeffrey Epstein, dengan peran Ghislaine Maxwell sebagai perantara.
Tuduhan ini menjadi sorotan global karena melibatkan nama keluarga kerajaan Inggris. Andrew secara konsisten membantah semua tuduhan dan menyatakan tidak pernah melakukan pelanggaran hukum.
Meski demikian, kritik publik semakin menguat akibat kedekatannya dengan Epstein dan Maxwell. Tekanan ini memuncak pada Mei 2020, ketika Andrew secara resmi mengundurkan diri dari seluruh tugas publiknya. P
ada Januari 2022, Ratu Elizabeth II mencabut afiliasi militer kehormatan serta patronase amal yang melekat pada dirinya, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam sejarah kerajaan modern.
Secara hukum, Andrew menjadi terdakwa dalam gugatan perdata atas dugaan serangan seksual yang diajukan Virginia Giuffre di Negara Bagian New York. Kasus tersebut tidak berlanjut ke persidangan setelah diselesaikan di luar pengadilan pada Februari 2022.
Dalam kesepakatan tersebut, Andrew membayarkan sejumlah uang yang nilainya tidak pernah diumumkan ke publik, tanpa mengakui kesalahan.
Kontroversi yang terus berlanjut akhirnya membawa dampak simbolis yang lebih besar. Pada Oktober 2025, di tengah sorotan berkelanjutan atas hubungannya dengan Epstein, Istana Buckingham untuk pertama kalinya mengumumkan bahwa Andrew tidak lagi menggunakan gelar bangsawan dan tanda kesatria.
Keputusan ini menandai titik terendah dalam perjalanan hidup seorang pangeran yang dahulu berada di jantung monarki Inggris, namun kemudian terpinggirkan oleh skandal dan tekanan publik.***
- Kontroversi Pangeran Andrew
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.