Properti Mewah Cha Ga Won Disita, Tekanan Finansial Agensi One Hundred Makin Tak Terbendung!

Rabu, 04 Feb 2026, 06:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - CEO One Hundred, Cha Ga Won, kembali menghadapi tekanan hukum dan finansial setelah otoritas pajak Korea Selatan melakukan penyitaan tambahan atas aset propertinya akibat tunggakan pajak.

Berdasarkan hasil investigasi media Korea The Fact yang dipublikasikan pada 2 Februari 2026, Dinas Pajak Nasional melalui Kantor Pajak Yongsan telah menempatkan hak gadai atas kepemilikan saham Cha Ga Won di empat unit vila mewah Lanouvo 1 yang berlokasi di Hannamdong, Seoul.

Ket. Foto: Cha Ga Won — Sumber: Tangkapan Layar

Hak gadai tersebut didaftarkan dalam rentang waktu 22 hingga 28 Januari 2026. Dengan tindakan ini, properti terkait secara hukum dapat dilelang melalui proses eksekusi paksa guna memulihkan tunggakan pajak yang belum dibayarkan.

Kompleks vila Lanouvo 1 terdiri dari empat unit yang seluruhnya dimiliki bersama oleh Cha Ga Won dan suaminya, Park, dengan porsi kepemilikan masing-masing sebesar 50 persen.

Sebelumnya, properti yang sama telah beberapa kali terseret masalah hukum. Pada 14 Januari 2026, Kantor Pajak Gangnam telah lebih dahulu menyita satu unit Lanouvo 1.

Tidak lama berselang, pada 20 Januari 2026, Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan perintah penyitaan sementara atas keempat unit tersebut setelah sebuah perusahaan teknologi, yang disebut sebagai Perusahaan A, mengajukan gugatan terhadap Cha Ga Won atas dugaan penipuan.

Cha dituduh melanggar Undang-Undang tentang Hukuman Berat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu dengan nilai kerugian yang diklaim melebihi 10 miliar won atau sekitar Rp113 miliar. Pengadilan mengabulkan permohonan Perusahaan A untuk penyitaan sementara sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

Masalah serupa juga terjadi pada properti Lanouvo 2. Dua unit yang dimiliki oleh One S Co, perusahaan tempat Cha Ga Won menjabat sebagai direktur internal disita oleh Dinas Pajak Nasional Kantor Pajak Yeoksam pada 15 Januari 2026, juga akibat tunggakan pajak. Rangkaian penyitaan ini melibatkan beberapa yurisdiksi, termasuk Gangnam, Yeoksam, dan Yongsan.

Selain penyitaan, pada 29 Januari 2026 tercatat satu unit Lanouvo 2 dibebani hipotek dengan jumlah jaminan maksimum sebesar 2,08 miliar won atau sekitar Rp24 miliar. Menariknya, kreditur hipotek tersebut bukan lembaga keuangan besar, melainkan perusahaan konsultan keuangan swasta, dengan Cha Ga Won tercatat sebagai debitur langsung.

Mengacu pada praktik umum, nilai jaminan biasanya ditetapkan sekitar 120 persen dari nilai pinjaman aktual. Hal ini mengindikasikan Cha kemungkinan meminjam sekitar 1,7 miliar won.

Namun, menurut sumber di sektor keuangan, mengingat karakter kreditur, jaminan bisa ditetapkan hingga 130–140 persen, sehingga nilai pinjaman sebenarnya diperkirakan berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 miliar won. Kondisi ini dinilai mencerminkan kebutuhan likuiditas yang mendesak.

Unit-unit vila tersebut diketahui telah dibebani hipotek senilai puluhan miliar won sebelumnya. Meski nama debitur sempat berubah dari One S Co dan Cha Ga Won menjadi The Mu Co, kedua entitas tersebut tetap berada di bawah kepemilikan Cha Ga Won. Alasan di balik restrukturisasi keuangan yang kompleks ini belum terungkap secara jelas.

Pelaku industri menilai Cha Ga Won tengah berada dalam tekanan finansial yang serius. One Hundred, Big Planet Made, dan INB100 jadi perusahaan-perusahaan yang dipimpinnya juga dilaporkan berada dalam kondisi penurunan nilai modal.

Situasi ini juga beriringan dengan berbagai tuduhan keterlambatan pembayaran kepada artis-artis afiliasi serta kegagalan membayar sejumlah perusahaan mitra. The Fact menyatakan telah menerima dan memverifikasi informasi serta kesaksian dari beberapa vendor terkait masalah tersebut.

  • Tekanan Finansial Agensi One Hundred
  • Cha Ga Won

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.