- Home
-
- Entertainment
-
- Alasan Pihak Denada Memp...
Alasan Pihak Denada Mempekerjakan Ressa Rizky sebagai Sopir, Bentuk Pendidikan agar Tak Manja
Minggu, 01 Feb 2026, 11:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Denada akhirnya mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya. Pengakuan ini bukan disampaikan langsung oleh Denada, melainkan oleh kuasa hukumnya, Iqbal, dalam sebuah wawancara virtual pada Kamis, 29 Januari 2026.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan berbagai spekulasi publik yang sempat berkembang terkait hubungan Denada dan Ressa, termasuk isu pekerjaan Ressa sebagai sopir.
"Diakui. Mba Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya," ujar Iqbal menegaskan. Menurutnya, sejak awal Denada tidak pernah menutup mata terhadap keberadaan Ressa dalam hidupnya.
Namun, banyak hal yang memang tidak dikonsumsi publik secara utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman.
Iqbal juga menyampaikan bahwa saat ini pihak keluarga memilih bersikap tenang dan menahan diri. "Kita tenang, cooling down-lah intinya. Supaya nanti kita sambil berpikir introspeksi diri juga," katanya.
Sikap tersebut diambil demi menjaga kondisi emosional semua pihak agar permasalahan tidak semakin melebar.
Denada Klaim Tanggung Jawab
Lebih jauh, Iqbal menepis anggapan bahwa pengakuan terhadap Ressa hanya sebatas status. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab Denada sebagai ibu telah dijalankan secara nyata.
"Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan," ucapnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Ressa tetap mendapatkan hak-haknya, meski hubungan keluarga mereka jarang terekspos.
Buka Suara Soal Jadikan Sopir
Isu yang paling menyita perhatian publik adalah soal Ressa yang sempat disebut bekerja sebagai sopir. Banyak pihak menilai hal tersebut sebagai bentuk perlakuan tidak adil. Namun, Iqbal memberikan klarifikasi dari sudut pandang yang berbeda. Ia menyinggung peran almarhumah Emilia Contessa dalam keputusan tersebut.
"Jadi gini saya luruskan ya, almarhum Bu Emilia Contessa ya katanya apa ya menjadikan Ressa ini sopir, itu gini Mbak. Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," ungkap Iqbal.
Menurutnya, pekerjaan tersebut bukanlah bentuk hukuman atau penelantaran, melainkan sarana pembelajaran karakter.
Iqbal menilai bahwa pendidikan tidak selalu harus datang dari bangku sekolah atau fasilitas mewah. Dalam kasus ini, pengalaman bekerja justru dianggap mampu membentuk kemandirian, tanggung jawab, dan mental yang kuat. Pihak keluarga ingin Ressa memahami nilai kerja keras sejak dini, tanpa bergantung pada status orang tua.
Dengan penjelasan ini, Iqbal berharap publik bisa melihat persoalan tersebut secara lebih utuh dan tidak terburu-buru menghakimi. Baginya, keputusan yang diambil keluarga besar Denada bertujuan membentuk pribadi Ressa agar tumbuh sebagai individu yang mandiri dan tidak manja, meski berasal dari keluarga figur publik.***
- Denada
- Ressa Rizky Rosano
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.