Nepo Baby, Pakar Tegaskan Krisis yang Dialami Brooklyn Beckham Wajar Terjadi pada Anak Artis Bukan Kesalahan Orang Tua
Jum'at, 30 Jan 2026, 12:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Publik internasional dibuat geger dengan curhatan panjang Brooklyn Beckham yang diunggah ke Instagram Story pada 19 Januari 2026. Dalam unggahan emosional yang terdiri dari enam halaman, putra sulung David dan Victoria Beckham itu secara terbuka membongkar konflik keluarganya, bahkan menyeret sang istri, Nicola Peltz, ke dalam pusaran drama.
Brooklyn menuding kedua orang tuanya bersikap manipulatif, terlalu mengontrol, dan secara tidak langsung berusaha merusak pernikahannya. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di ruang publik. Sebagian netizen menyatakan empati pada Brooklyn, sementara yang lain membela David dan Victoria Beckham sebagai orang tua.
âSebagian besar hidup saya dikendalikan oleh orang tua saya,â tulis Brooklyn dalam surat terbuka tersebut. Ia juga mengaku tumbuh dengan kecemasan yang luar biasa akibat tekanan yang ia rasakan sejak kecil.
Brooklyn bahkan menegaskan setelah menjauh dari keluarganya, untuk pertama kalinya dalam hidup ia merasa damai.
âSejak mengambil jarak, kecemasan itu menghilang. Saya tidak ingin berdamai. Saya bangun setiap pagi dengan rasa syukur atas kehidupan yang saya pilih,â tulisnya lagi.
Curhatan ini mungkin mengejutkan publik, tetapi tidak bagi pakar kesehatan mental. Psikiater Jonathan Alpert menyebut kondisi yang dialami Brooklyn sebagai fenomena yang sangat umum pada anak-anak selebriti yang tumbuh di bawah sorotan publik.
âApa yang dialami Brooklyn bukanlah hal langka. Anak-anak yang dibesarkan di bawah pengawasan media sejak dini sering kali kesulitan membangun identitas diri yang stabil,â ujar Jonathan, seperti dikutip dari People.
Menurut penulis buku Therapy Nation tersebut, kurangnya privasi psikologis menjadi masalah utama. Anak selebriti terbiasa difoto, dinilai, dan diberitakan sejak usia sangat muda, bahkan sebelum mereka memahami siapa diri mereka sebenarnya.
Tekanan semakin berat ketika anak selebriti kerap dibandingkan dengan orang tua mereka yang sangat sukses. Hal ini, menurut Jonathan, dapat menimbulkan rasa takut gagal, kecemasan berlebih, hingga kesulitan membangun kemandirian.
Dalam kasus Brooklyn, perjalanan pencarian jati diri terlihat jelas dari kariernya yang terus berubah. Ia sempat mengikuti jejak sang ayah di dunia sepak bola dan menunjukkan potensi menjanjikan. Namun, setelah dikeluarkan dari akademi junior Arsenal, Brooklyn memilih berhenti total karena tekanan mental.
Ia kemudian beralih ke dunia fotografi, menempuh pendidikan seni di London dan merilis buku foto di usia 18 tahun. Brooklyn juga sempat berkuliah di Parsons School of Design, New York, meski hanya bertahan satu tahun. Setelah itu, ia mencoba dunia modeling dan kini menekuni bidang kuliner dengan meluncurkan produk saus.
Jonathan menekankan bahwa konflik ini tidak serta-merta menjadikan David dan Victoria sebagai orang tua yang gagal. âBahkan orang tua yang penuh kasih tidak bisa sepenuhnya melindungi anak dari tekanan ketenaran global,â jelasnya.
Menurut sang pakar, ketika sorotan publik dimulai sejak bayi, seperti yang dialami Brooklyn, kurangnya privasi menjadi latar belakang seluruh proses tumbuh kembang anak. Fenomena serupa, kata Jonathan, juga terlihat pada keluarga Kerajaan.
Krisis yang dialami Brooklyn Beckham lebih mencerminkan dampak psikologis dari ketenaran sejak dini, bukan semata-mata kesalahan pola asuh orang tua.
- Kesehatan Mental
- Anak Selebriti
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.