Tanggapan Denny Sumargo soal Whip Pink Dikaitkan dengan Kematian Lula Lahfah, Sentil Pentingnya Edukasi

Senin, 26 Jan 2026, 15:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kematian selebritas muda Lula Lahfah baru-baru ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan orang-orang terdekat, tetapi juga publik yang mengikuti perjalanan hidupnya.

Di tengah suasana berkabung tersebut, muncul berbagai spekulasi di media sosial yang mengaitkan kematian Lula dengan dugaan penyalahgunaan gas whip cream. Isu ini pun memicu beragam reaksi, salah satunya datang dari Denny Sumargo.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram

Melalui pernyataannya, Denny Sumargo menyampaikan sikap tegas terkait ramainya spekulasi yang beredar. Ia mengaku sangat menyayangkan adanya upaya mengaitkan kematian seseorang dengan dugaan tertentu yang belum tentu memiliki dasar kuat.

Menurut Denny, pengaitan tersebut belum berada pada porsinya, terlebih ketika belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

“Saya sangat menyayangkan kemudian ini disangkut pautkan dan dikorelasikan dengan kematian salah satu selebriti yang meninggal kemarin, yang menurut saya itu belum pada porsinya,” ujar Denny.

Pernyataan ini menegaskan pandangannya bahwa publik seharusnya lebih bijak dalam menyikapi informasi, terutama yang menyangkut nyawa seseorang.

Denny juga menyoroti kondisi keluarga yang sedang berduka. Baginya, empati adalah hal paling penting dalam situasi seperti ini. Ia menilai spekulasi yang beredar justru berpotensi memperberat beban psikologis keluarga yang ditinggalkan. Alih-alih berspekulasi, masyarakat diminta untuk memberi ruang bagi keluarga untuk berduka dengan tenang.

“Sekarang keluarga lagi berduka, mereka butuh empati bukan dispekulasikan,” lanjutnya. Kalimat tersebut menjadi penekanan bahwa rasa kemanusiaan seharusnya didahulukan dibanding keingintahuan publik yang belum tentu membawa manfaat.

Terkait dugaan adanya hubungan dengan penyalahgunaan gas whip cream, Denny memilih bersikap netral dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia mengingatkan bahwa proses hukum memiliki mekanisme dan kewenangan tersendiri untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Publik, menurutnya, tidak perlu mendahului kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

“Biarkan nanti itu urusan polisi,” tegas Denny. Sikap ini menunjukkan kepercayaannya pada proses hukum serta pentingnya menunggu informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan Denny Sumargo ini mendapat perhatian luas karena dinilai mewakili suara kewarasan di tengah derasnya arus opini publik. Di era media sosial, informasi dapat menyebar dengan cepat, namun tidak semuanya berpijak pada fakta.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa empati, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap proses hukum adalah hal yang tidak boleh diabaikan, terutama saat menyangkut kehilangan nyawa seseorang.***

  • Lula Lahfah
  • Denny Sumargo

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.