Bukan Sekadar Tradisi, Ini 5 Mitos Imlek yang Masih Diyakini dan Bisa Bawa Keberuntungan

Senin, 26 Jan 2026, 10:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan lampion, angpau, dan momen kumpul keluarga. Di balik kemeriahannya, Imlek juga sarat dengan berbagai mitos dan kepercayaan turun-temurun yang masih dipercaya oleh masyarakat Tionghoa hingga saat ini.

Beragam mitos tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari tradisi. Kepercayaan ini turut memperkaya makna Imlek sebagai simbol harapan, keberuntungan, serta awal baru dalam kehidupan.

Ket. Foto: Tradisi Imlek yang Bawa Keberuntungan — Sumber: Freepik

Meski seiring perkembangan zaman sebagian mitos mulai dipandang secara simbolis, banyak masyarakat yang tetap menjunjungnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan nilai leluhur.

Berikut ini lima mitos yang dipercaya saat perayaan Imlek beserta fakta di baliknya. Mitos-mitos ini kerap ditemui dan masih dipraktikkan hingga sekarang.

1. Angpau Pembawa Keberuntungan

Mitos: Menerima angpau saat Imlek dipercaya dapat membawa keberuntungan dan rezeki sepanjang tahun. Angpau dianggap sebagai simbol pembuka pintu rezeki di awal tahun baru.

Faktanya: Angpau memang tidak secara langsung membuat seseorang menjadi beruntung. Namun secara simbolis, angpau melambangkan doa, harapan baik, serta semangat berbagi kebahagiaan antaranggota keluarga dan kerabat.

Tradisi angpau juga berfungsi mempererat hubungan sosial. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi inti dari perayaan Imlek.

2. Petasan untuk Mengusir Roh Jahat

Mitos: Bunyi petasan dipercaya mampu mengusir roh jahat dan energi negatif di awal tahun. Suara keras diyakini dapat menghalau hal-hal buruk yang membawa kesialan.

Faktanya: Secara tradisional, suara keras memang diyakini memiliki kekuatan simbolis untuk mengusir hal negatif. Saat ini, petasan lebih berfungsi sebagai hiburan dan simbol kemeriahan Imlek.

Meski demikian, penggunaan petasan tetap perlu memperhatikan faktor keamanan. Banyak daerah kini membatasi penggunaannya demi keselamatan bersama.

3. Makanan Imlek Pembawa Hoki

Mitos: Makanan khas seperti ikan, mie panjang umur, dan kue keranjang dipercaya membawa keberuntungan, kelimpahan, dan umur panjang. Setiap hidangan memiliki makna simbolis tersendiri.

Faktanya: Makna keberuntungan berasal dari filosofi dan simbol di balik makanan tersebut. Selain itu, makanan Imlek juga menjadi sarana kebersamaan keluarga saat berkumpul di meja makan.

Tradisi menyantap hidangan bersama ini mempererat hubungan antaranggota keluarga. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi esensi utama perayaan.

4. Pantangan Potong Rambut di Awal Tahun

Mitos: Memotong rambut saat Imlek diyakini dapat membuang keberuntungan dan mendatangkan kesialan. Rambut dianggap sebagai simbol keberuntungan yang tidak boleh dipotong.

Faktanya: Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung kepercayaan ini. Namun, banyak orang tetap menghindari potong rambut sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.

Pantangan ini juga dipandang sebagai simbol menjaga keberuntungan di awal tahun. Tradisi ini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat hingga kini.

5. Warna Merah sebagai Simbol Keberuntungan

Mitos: Mengenakan pakaian berwarna merah saat Imlek dipercaya mampu menangkal energi negatif dan mendatangkan hoki. Warna merah dianggap membawa perlindungan dan keberuntungan.

Faktanya: Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan keberanian, kebahagiaan, dan kemakmuran. Tak heran jika warna ini mendominasi dekorasi, pakaian, dan pernak-pernik Imlek.

Warna merah juga memberi kesan ceria dan penuh semangat. Kehadirannya memperkuat suasana sukacita dalam menyambut tahun baru Imlek.

  • Mitos Imlek
  • Tradisi Imlek yang Bawa Keberuntungan

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.