Ramai Dugaan Dinasti Keluarga Umay Shahab di Sinemaku Pictures, Alasan Prilly Latuconsina Pilih Pamit?
Rabu, 21 Jan 2026, 10:15 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Prilly Latuconsina secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pamit dari rumah produksi Sinemaku Pictures yang ia dirikan bersama Umay Shahab. Pengumuman tersebut disampaikan Prilly melalui pernyataan terbuka yang langsung menyita perhatian publik.
Dalam keterangannya, Prilly menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki keterkaitan struktural dengan Sinemaku Pictures. Ia memastikan sudah tidak menjabat sebagai pemegang saham maupun sebagai anggota direksi di perusahaan tersebut.
Prilly juga menjelaskan bahwa keputusannya untuk mundur bukanlah hal yang diambil secara mendadak. Ia mengaku ingin sepenuhnya memikul visi dan suara kreatifnya sendiri serta mencari ruang berkarya yang dirasa lebih jujur.
Pernyataan pamit tersebut sontak memicu beragam tafsir di kalangan warganet. Banyak pihak mencoba menebak alasan di balik keputusan Prilly Latuconsina yang memilih keluar dari rumah produksi yang telah ia bangun selama enam tahun.
Di media sosial X, sejumlah warganet ramai membicarakan isu adanya seseorang yang membangun semacam âdinastiâ di dalam Sinemaku Pictures. Istilah tersebut merujuk pada dugaan perekrutan anggota keluarga dalam jajaran internal perusahaan.
Sikap seseorang yang mengarah kepada Umay Shahab pun disebut-sebut sebagai pemicu utama mundurnya Prilly Latuconsina. Dugaan ini berkembang seiring dengan munculnya berbagai komentar warganet yang bersifat spekulatif.
"Baguslah lagian Prilly bisa terbang lebih jauh kalo sendiri. Gak kebayang-bayang satunya lagi yang malah masukin pacarnya jadi sutradara," komentar akun @gavelai***.
"Pertama ibunya, oh oke. Eh ada bapak, loh ada adek, pacar, saudara yang lain. Lah? Kalau untung banyakan ke keluarga dia, kalau flop dan jelek nama besar Prilly yang dipertaruhkan," sahut akun @padangrentia***.
"Perusahaan yang isinya kebanyakan keluarga/kerabat bakal susah di-manage. Nanti kalo udah bermasalah, antara saling lempar atau hilang bersamaan wkwkwk," balas akun @Rfqjack***.
"Dari awal juga udah ngebatin kok tuh PH lama-lama kek PH keluarga, yang Bapak ibunya belum adeknya si umay dimasukin, gak kebayang jadi Prilly gimana pasti udah gedeg gak sih, tapi selama itu ditahan," kata akun @vaous***.
Pertanyaan pun muncul di tengah publik, benarkah keluarga Umay Shahab memang masuk dalam jajaran penting Sinemaku Pictures. Isu tersebut semakin menguat setelah berbagai data internal perusahaan kembali disorot.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ayah dan ibu Umay Shahab memang memiliki posisi strategis di rumah produksi yang dikenal lewat film Kukira Kau Rumah tersebut.
Yahni Damayanti, ibu Umay Shahab, tercatat sebagai salah satu pendiri Sinemaku Pictures bersama Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Dalam struktur organisasi, Yahni Damayanti menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).
Sementara itu, Umay Shahab mengemban posisi sebagai Chief Creative Officer (CCO), sedangkan Prilly Latuconsina sebelumnya menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Adapun ayah Umay Shahab, Said Hanafi, dipercaya sebagai Chief Finance Officer (CFO).
Tak hanya itu, Inarah Syarafina yang dikenal sebagai kekasih Umay Shahab juga tercatat pernah dipercaya menjadi sutradara film Sinemaku Pictures berjudul Temurun yang dirilis pada 2024.
Ke depan, Umay Shahab dan Inarah Syarafina bahkan dijadwalkan kembali menyutradarai dua film terbaru Sinemaku Pictures. Fakta inilah yang membuat isu âdinasti keluargaâ semakin ramai diperbincangkan.
Meski demikian, di tengah berbagai spekulasi yang beredar, Prilly Latuconsina dan Umay Shahab menunjukkan bahwa hubungan personal mereka tetap berjalan baik. Keduanya tampak saling memberi dukungan meski tak lagi bekerja dalam satu perusahaan.
"Terima kasih atas perjalanan enam tahun yang menyenangkan pril, doa terbaik untuk perjalanan selanjutnya," komentar Umay Shahab di postingan Instagram Prilly Latuconsina pamit dari Sinemaku Pictures.
"Yes! Sama-sama may! Doa terbaik juga buat lo ya," balas Prilly.