Ngaku Islam Bertahun-tahun, Manohara Ungkap Daisy Fajarina Sebenarnya Pernah Dibaptis

Rabu, 21 Jan 2026, 09:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Manohara kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait hubungannya dengan sang ibu, Daisy Fajarina. Pengakuan tersebut disampaikan Manohara melalui media sosial dan langsung menarik perhatian warganet.

Dalam pernyataannya, Manohara menyebut bahwa hubungan antara dirinya dan sang ibu tidak pernah berjalan harmonis sejak ia masih kecil. Ia mengaku tumbuh dalam situasi keluarga yang penuh tekanan dan konflik emosional.

Ket. Foto: Manohara dan Daisy Fajarina — Sumber: Tangkapan Layar

Manohara secara terbuka menuding Daisy Fajarina sebagai sosok yang sangat manipulatif dalam kehidupannya. Ia bahkan menyebut sang ibu memaksanya menikah dengan Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra, meski ia tidak menginginkannya.

Menurut Manohara, paksaan tersebut bukan satu-satunya hal yang harus ia alami. Ia mengungkap bahwa sang ibu kerap memaksanya melakukan berbagai hal yang sama sekali tidak ia kehendaki dan berdampak besar pada kondisi mentalnya.

Selain itu, Manohara juga mengungkap tudingan serius terkait sikap ibunya terhadap agama. Ia menyebut Daisy mempermainkan agama demi kepentingan pribadi dan keuntungan sosial.

Daisy Fajarina yang selama ini dikenal mengaku sebagai seorang Muslim yang taat, ternyata disebut Manohara pernah dibaptis dan memeluk agama Kristen. Fakta tersebut disebut Manohara sebagai bagian dari pola manipulatif sang ibu.

Namun, Manohara menegaskan bahwa perpindahan agama tersebut bukan didasari oleh keimanan. Ia menyebut hal itu dilakukan Daisy demi mendekati lingkungan tertentu yang dinilai menguntungkan secara sosial dan materi.

20260121090709_mano.jpeg

"Video ini menunjukkan ibu saya dibaptis. Pada saat itu, ia menghabiskan kehidupan sosialnya di sekitar wanita-wanita Kristen kaya, dan berpindah agama menguntungkannya di lingkungan tersebut," tulis Manohara dalam unggahan yang dilihat Selasa (20/1).

Manohara melanjutkan penjelasannya dengan menegaskan bahwa agama, menurut pengamatannya, dijadikan alat oleh sang ibu. Ia menilai tidak ada ketulusan atau keyakinan yang mendasari praktik keagamaan tersebut.

"Inilah mengapa saya mengatakan agama, seperti hal lainnya, adalah alat baginya. Agama diadopsi, dipraktikkan, dan dibuang tergantung pada apa yang bisa ia peroleh. Karena tidak ada yang nyata baginya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat," lanjutnya.

Tak hanya soal agama, Manohara juga mengungkap pengalaman pahit lain yang ia alami selama berada di bawah pengaruh ibunya. Ia mengaku dipaksa menjalani berbagai ritual yang meninggalkan luka batin mendalam.

Berbagai ritual tersebut disebut Manohara sebagai pengalaman yang menakutkan dan membingungkan. Hingga kini, pengalaman tersebut masih membekas dan menimbulkan trauma yang ia rasakan sampai dewasa.

"Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini menimbulkan traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa," akunya.

Manohara juga menegaskan bahwa praktik-praktik yang dilakukan ibunya tidak dapat dikaitkan dengan ajaran agama apa pun. Ia merasa perlu meluruskan persepsi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Secara khusus, Manohara menekankan bahwa tindakan yang ia sebut sebagai ilmu hitam tersebut jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Ia menyampaikan penegasan itu sebagai penutup pernyataannya.

"Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam," pungkasnya menegaskan.

  • Ibu Manohara
  • Kontroversi Ibu Manohara

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.