Trump Salahkan Denmark Tak Mampu Singkirkan Hegemoni Rusia di Greenland
Selasa, 20 Jan 2026, 14:47 WIBWASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyalahkan Denmark karena dianggap selama 20 tahun diberi kesempatan tak mampu menghentikan Rusia sebagai ancaman bagi Greenland.
âDenmark belum mampu melakukan apa pun untuk mengusir âancaman Rusiaâ dari Greenland. Sekaranglah waktunya, dan itu akan dilakukan!!!âtegas Trump, Minggu (18/1).
âNATO telah memberi tahu Denmark, selama 20 tahun, bahwa 'Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland.' Sayangnya, Denmark tidak mampu berbuat apa pun,â tulis Trump dalam sebuah unggahan di situs media sosial miliknya yang bernama Truth Social.
Trump berulang kali menegaskan bahwa ia tidak akan puas dengan apa pun selain kepemilikan Greenland, wilayah otonom Denmark. Para pemimpin Denmark dan Greenland sama-sama menegaskan bahwa pulau itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari AS.
Pada hari Sabtu, Trump berjanji akan menerapkan gelombang peningkatan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa hingga AS diizinkan untuk membeli Greenland.
Kehadiran Tiongkok dan Rusia yang semakin mengancam menjadikan Greenland vital bagi kepentingan keamanan AS, kata Trump.
Pejabat Denmark dan Eropa lainnya telah menunjukkan bahwa Greenland sudah tercakup dalam pakta keamanan kolektif NATO.
Kelemahan Eropa
Secara terpisah,Menteri Keuangan Scott Bessent memperkuat pesan Presiden Donald Trump kepada sekutu-sekutu Eropa bahwa AS tidak akan membatalkan rencana untuk mengambil alih Greenland, dengan mengatakan bahwa benua itu terlalu lemah untuk menjamin keamanannya.
Bessent hampir menepis ancaman Uni Eropa untuk menghentikan kesepakatan tarif yang dicapai antara Trump dan blok tersebut pada tahun 2025, dan mengatakan kepada NBC News bahwa pemimpin AS tersebut menggunakan pengaruh strategis untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
âPertama-tama, kesepakatan perdagangan belum difinalisasi, dan tindakan darurat bisa sangat berbeda dari kesepakatan perdagangan lainnya,â kata Bessent pada 18 Januari dalam sebuah wawancara dengan program Meet The Press di NBC.
Sanksi Tarif
Trump âmemanfaatkan kekuasaan daruratnya untuk melakukan ini,â tambahnya.
Serangan terbaru pemimpin AS untuk merebut kendali Greenland dari Denmark, sekutu NATO dan anggota Uni Eropa adalah memberlakukan tarif 10 persen pada barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, yang kemudian meningkat menjadi 25 persen pada bulan Juni.
Eskalasi tersebut memicu kemarahan di kalangan pemimpin Uni Eropa dan seruan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengaktifkan alat pembalasan paling ampuh yang dimiliki blok tersebut.
Agenda masa jabatan kedua Trump yang luas telah berulang kali memfokuskan kemarahannya pada Uni Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), beberapa sekutu terdekat AS.
Pengumuman tarifnya pada 17 Januari menyusul langkah delapan negara Eropa, termasuk Denmark, untuk mengadakan latihan militer NATO simbolis di Greenland sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen benua tersebut terhadap keamanan pulau itu.
Sementara itu, penasihat ekonomi utama Trump di Gedung Putih,
Kevin Hassett mengisyaratkan bahwa Presiden masih siap untuk membuat kesepakatan yang tidak spesifik mengenai Greenland.ST/BLOOMBERG/SB/E-9
- konflik kawasan
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.