Diserang Akun Bodong Diduga Ibunya Sendiri, Manohara Akui Putuskan Hubungan dengan Daisy Fajarina

Selasa, 20 Jan 2026, 12:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Masa lalu kelam kembali menghantui Manohara setelah sejumlah peristiwa lama mencuat ke ruang publik. Tragedi yang membekas itu bermula ketika ia dinikahkan dengan seorang pangeran asal Malaysia saat usianya masih sangat muda. Pernikahan tersebut sejak awal menuai sorotan karena dilakukan ketika Manohara belum sepenuhnya dewasa, baik secara usia maupun mental.

Kala itu, beredar luas kabar bahwa keputusan menikahkan Manohara bukan semata demi kebahagiaan sang putri. Isu yang berkembang menyebutkan adanya dorongan dari sang ibu, yang diduga melihat pernikahan tersebut sebagai jalan menuju kehidupan mapan dan bergelimang kemewahan. Bagi Manohara, peristiwa itu menjadi titik awal dari rangkaian pengalaman pahit yang terus membayanginya hingga kini.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@manodelia

Luka lama tersebut kembali terasa perih setelah muncul sebuah akun Instagram bernama aisyah_nadawi. Akun ini diduga kuat bukan akun asli, melainkan akun palsu yang berusaha membela keputusan menikahkan Manohara di usia belia. Kehadiran akun tersebut memicu emosi dan membuka kembali trauma yang selama ini berusaha ia pendam.

Manohara tidak tinggal diam. Ia secara terbuka menanggapi akun tersebut dan menyatakan kecurigaannya bahwa akun itu hanyalah kedok ibunya atau orang-orang yang sengaja digerakkan untuk membelanya. Ia menilai pola bahasa, pilihan kata, serta cara berargumen akun tersebut sangat mirip dengan sosok yang selama ini ia kenal, sehingga sulit baginya untuk mempercayai bahwa itu hanya kebetulan.

Melalui akun Instagram pribadinya, @manodelia, Manohara menuliskan bahwa ia memiliki firasat kuat akun tersebut dijalankan oleh ibunya sendiri atau pihak yang bertindak atas perintahnya. Istilah “flying monkeys” pun ia gunakan untuk menggambarkan orang-orang yang, menurutnya, kerap dipakai oleh sosok narsistik untuk menyerang atau memanipulasi korban dari balik layar.

Lebih jauh, Manohara secara gamblang menyebut ibunya sebagai pribadi dengan kecenderungan gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). Ia meyakini pola relasi yang toksik, manipulatif, dan minim empati yang ia alami selama bertahun-tahun sangat berkaitan dengan kondisi tersebut.

Atas dasar itulah, Manohara mengambil keputusan besar dalam hidupnya, memutus hubungan sepenuhnya dengan sang ibu. Keputusan ini bukan diambil secara gegabah, melainkan sebagai langkah terakhir untuk melindungi kesehatan mental dan keselamatan emosionalnya.

Ia menilai menjaga jarak adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan dan memulihkan diri dari luka batin yang sudah terlalu lama dipendam.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa trauma keluarga tidak selalu berakhir seiring waktu. Bagi Manohara, keberanian untuk bersuara dan menetapkan batasan adalah bagian penting dari proses penyembuhan dan upaya merebut kembali kendali atas hidupnya sendiri.

  • Manohara

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.