- Home
-
- Entertainment
-
- Nikita Willy dan Kimberl...
Nikita Willy dan Kimberly Jadi Sasaran Netizen Gara-gara Broken Strings, Aurelie: Stop Tebak-Tebakan!
Minggu, 18 Jan 2026, 13:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Peluncuran memoar Broken Strings membuat nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan publik. Dalam buku tersebut, aktris berbakat ini dengan berani membuka lembaran kelam masa lalunya, kisah yang selama bertahun-tahun ia simpan rapat dari sorotan publik.
Kejujuran Aurelie menuai banyak simpati dan dukungan dari penggemar maupun masyarakat luas. Namun, di sisi lain, muncul fenomena sebagian netizen yang justru sibuk menebak-nebak sosok nyata di balik karakter-karakter dalam buku itu.
Tak sedikit yang bertindak layaknya âdetektif dadakanâ, bahkan berujung pada dugaan dan serangan terhadap pihak tertentu.Â
Beberapa artis yang ikut dibully ada Nikita Willy yang digambarkan sebagai sosok artis senior arogan, dan Kimberly Ryder yang diduga sebagai sosok Kelly, orang yang mendukung Bobby.
Aurelie Moeremans Angkat Suara
Melihat situasi tersebut, Aurelie Moeremans akhirnya angkat suara. Ia dengan tegas meminta masyarakat untuk menghentikan upaya pencarian identitas sosok asli, terlebih jika hanya berdasarkan asumsi yang belum tentu benar dan berujung pada perundungan.

"Please.. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar dan jujur aku gak enak bacanya," tulis Aurelie Moeremans.
Aurelie menjelaskan bahwa Broken Strings tidak ditulis sebagai sarana balas dendam atau untuk menciptakan kebencian baru. Sebaliknya, buku ini ia jadikan sebagai medium penyembuhan diri sekaligus bentuk edukasi bagi masyarakat.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat dibully. Aku nulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama," tulis Aurelie dalam sebuah pernyataan di media sosialnya.Â
Ia menegaskan, ketika perhatian publik hanya tertuju pada siapa pelaku di dunia nyata, maka pesan penting yang ingin ia sampaikan justru akan terabaikan.
Aurelie berharap pembaca dapat memahami pola-pola yang terjadi dalam kisah hidupnya agar kejadian serupa tidak terulang pada orang lain.
Bahaya Child Grooming yang Menjadi Inti Cerita
Melalui Broken Strings, Aurelie secara gamblang menyoroti isu child grooming. Praktik ini merupakan bentuk manipulasi di mana orang dewasa membangun kedekatan emosional dengan anak atau remaja demi tujuan eksploitasi di kemudian hari, sebuah isu serius yang masih sering luput dari perhatian publik.
Aurelie berharap para pembaca dapat memetik pelajaran dari setiap bab bukunya tanpa harus menambah lingkaran kebencian baru di ruang digital.
Ia mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan pernah selesai jika dibalas dengan perundungan, meski dalam bentuk digital.
"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," tambahnya.
Sikap Aurelie ini pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk aktivis perlindungan anak dan perempuan. Keberaniannya membicarakan isu sensitif tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi industri hiburan dan masyarakat luas.Â
Dengan cara ini, masyarakat diharapkan lebih serius memperhatikan kesehatan mental serta perlindungan anak dari predator seksual.
- Broken Strings Aurelie Moeremans
- Tokoh Asli di Buku Broken Strings
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.