Jauh Sebelum Viral Broken Strings, Ayah Aurelie Pernah Berjuang Mati-Matian ke Komnas Anak Namun Berakhir Kecewa

Kamis, 15 Jan 2026, 12:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jauh sebelum lagu Broken Strings dirilis dan kemudian ramai diperbincangkan publik, kisah hidup Aurelie Moeremans ternyata telah diwarnai konflik panjang dalam lingkup keluarga.

Di balik sorotan dunia hiburan yang kini melekat padanya, ada upaya keras sang ayah, Jean Marc Moeremans, yang pernah berjuang mati-matian untuk melindungi putrinya dari situasi yang menurutnya berbahaya.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@aurelie

Jean Marc bukan hanya menunjukkan penolakan secara verbal, tetapi juga menempuh jalur resmi. Ia pernah melaporkan Roby Tremonti ke Komnas Perlindungan Anak pada 2010, lembaga yang kala itu dipimpin oleh Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.

Langkah tersebut diambil satu tahun sebelum Aurelie menikah, saat sang ayah merasa hubungannya dengan sang anak semakin renggang dan sulit dijangkau.

Kisah ini kembali mencuat setelah potongan artikel lama dibagikan oleh akun Threads @/by.rosybelle pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Jean Marc bahkan sempat memohon bantuan bukan hanya ke Komnas Anak, tetapi juga ke Komnas HAM. Ia berharap ada pihak netral yang dapat membantu menjembatani komunikasi antara dirinya, Aurelie, dan Roby.

Jean Marc menilai Roby sebagai sosok yang menjadi pemicu utama keretakan hubungan keluarga mereka. Ia meyakini bahwa sikap dan keputusan Aurelie kala itu tidak sepenuhnya lahir dari kehendaknya sendiri.

Perasaan kehilangan kontrol sebagai orang tua membuat Jean Marc mengambil langkah ekstrem demi mendapatkan perhatian lembaga perlindungan anak.

Namun, harapan itu justru berujung kekecewaan. Saat pertama kali mengadu, Jean Marc mengaku tidak langsung dipertemukan dengan Kak Seto. Ia menyebut sekretaris Komnas Anak saat itu meminta sejumlah uang administrasi sebesar Rp500 ribu. Meski permintaan tersebut dipenuhi, Jean Marc menyatakan tak ada tindak lanjut nyata dari laporan yang ia ajukan.

“Saya diminta uang sebagai biaya administrasi, tapi setelah itu tidak ada perkembangan apa pun,” ujar Jean Marc dalam artikel edisi Desember 2010 yang kembali beredar melalui Threads.

Ketika akhirnya ia bisa bertemu langsung dengan Kak Seto, situasi yang diharapkan menjadi solusi justru terasa semakin rumit. Jean Marc mengaku tidak mendapatkan dukungan seperti yang ia bayangkan. Alih-alih fokus pada persoalan yang ia laporkan, ia justru merasa posisinya sebagai orang tua dipertanyakan.

Menurut pengakuannya, ia sempat dianggap terlalu berlebihan, bahkan agresif, dalam menyikapi hubungan Aurelie dan Roby. Padahal, niat awalnya hanyalah meminta bantuan agar dapat dipertemukan dan berdialog secara baik-baik.

“Saya datang untuk minta pertolongan, supaya bisa dipertemukan dan dibicarakan. Tapi yang disampaikan ke orang tua justru seolah-olah saya yang bermasalah,” tutup Jean Marc dengan nada kecewa.

Cerita lama ini kini kembali menjadi sorotan, seiring publik menelusuri ulang perjalanan hidup Aurelie Moeremans sebelum namanya dikenal luas seperti sekarang.***

  • Ayah Aurelie ke Komnas Anak

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.