Dior Makin Nyeleneh, Jonathan Anderson Hadirkan Gantungan Meteran Rp16 Juta, Tertarik Beli?

Kamis, 15 Jan 2026, 06:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rumah mode mewah Dior resmi memasuki babak baru. Setelah debut yang banyak dibicarakan di Paris Fashion Week tahun lalu, koleksi perdana Dior di bawah arahan Jonathan Anderson kini mulai tersedia untuk publik.

Tak hanya menghadirkan reinterpretasi tas ikonis, sang direktur kreatif juga sukses mencuri perhatian lewat aksesori unik yang dinilai nyeleneh, playful, namun tetap berkelas, termasuk gantungan tas berbentuk meteran kain dengan harga fantastis mencapai Rp16 juta.

Bagi Jonathan Anderson, koleksi pertamanya di Dior bukan sekadar soal kemewahan klasik. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang terasa lebih segar, muda, dan kasual tanpa kehilangan DNA haute couture yang melekat puluhan tahun. Dalam wawancaranya dengan WWD jelang peragaan Spring 2026 pada September 2025, Jonathan secara terang-terangan menyebut pendekatannya kali ini sebagai sesuatu yang “sedikit jenaka”.

Transformasi itu paling jelas terlihat pada Lady Dior, tas legendaris yang namanya terinspirasi dari Putri Diana. Dalam sentuhan Jonathan, Lady Dior tampil dalam versi Dior Clover Allover, dihiasi aplikasi kulit berbentuk daun semanggi di seluruh permukaan tas.

Ket. Foto: Snail Bag Charm Dior dari koleksi perdana Jonathan Anderson untuk Dior. — Sumber: Dior

Motif tersebut bukan sekadar estetika, tetapi sarat makna. Daun semanggi merupakan simbol keberuntungan yang diyakini Christian Dior, sekaligus refleksi identitas Jonathan Anderson yang berdarah Irlandia.

Tas ini hadir dalam tiga warna elegan, hijau, hitam, dan rose soupir (merah muda lembut). Di situs resmi Dior Indonesia, Lady Dior versi terbaru ini dibanderol hingga Rp190 juta, menjadikannya simbol kemewahan sekaligus pernyataan gaya di era baru Dior.

Tak berhenti di situ, Jonathan juga memperkenalkan siluet anyar bernama Bow Bag, yang terinspirasi dari kode desain klasik Dior. Dengan bukaan menyerupai pita, tas ini menonjolkan kesan feminin modern. Versi kecilnya yang dibuat dari lambskin dipasarkan dengan harga sekitar Rp85 juta.

Sementara itu, dunia literatur turut menjadi inspirasi lewat koleksi Dior Book Tote versi terbaru. Tas berbahan katun ini dirancang sebagai perayaan kecintaan pada buku dan pengetahuan, dengan harga berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 jutaan.

Namun, sorotan terbesar justru jatuh pada aksesori pelengkapnya. Mengikuti tren gantungan tas seperti Labubu yang tengah digandrungi, Jonathan menghadirkan deretan bag charm dengan konsep tak biasa. Salah satunya adalah Dioramour Rose Bag Charm seharga Rp15 juta, serta Snail Bag Charm, gantungan berbentuk siput yang terbuat dari meteran kain dengan harga Rp16 juta.

Meteran kain, alat penting dalam dunia fashion dan simbol craftsmanship haute couture, disulap menjadi aksesori mewah yang playful. Langkah ini mempertegas visi Jonathan Anderson: menjembatani keahlian tinggi Dior dengan humor, kreativitas, dan sentuhan pop modern.

Dengan koleksi ini, Dior tak hanya menjual produk, tetapi juga gagasan. Era baru Dior di tangan Jonathan Anderson membuktikan kemewahan kini bisa tampil lebih berani, eksperimental, dan bahkan absurd namun tetap menggoda pasar global.

  • Dior
  • Jonathan Anderson

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.