Ngaku Sudah Berusaha, Kak Seto Buka Suara soal Kasus Traumatis Aurelie Moeremans dan Sosok Bobby di Broken Strings

Rabu, 14 Jan 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seto Mulyadi alias Kak Seto kembali menjadi sorotan publik setelah kasus lama yang melibatkan Aurelie Moeremans mencuat kembali ke permukaan. Kali ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu dituding tidak maksimal membantu orangtua Aurelie saat sang aktris diduga terjebak dalam relasi manipulatif dengan seorang pria dewasa yang dikenal dengan nama samaran Bobby.

Menanggapi tudingan tersebut, Kak Seto akhirnya memberikan klarifikasi tegas melalui unggahan di Instagram Story pribadinya. Ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan berhenti memelintir fakta yang pernah terjadi belasan tahun lalu. Menurutnya, isu sensitif seperti ini seharusnya disikapi dengan kepala dingin dan empati, bukan dengan saling menyalahkan.

“Mohon kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih,” tulis Kak Seto pada Selasa, 13 Januari 2026.

Pernyataan ini menjadi respons atas kembali viralnya pemberitaan lama yang seolah menempatkan dirinya sebagai pihak yang tidak bertindak nyata.

Kak Seto menegaskan pada masa kejadian tersebut, lembaga yang ia pimpin sudah berupaya maksimal sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimiliki saat itu. Ia menolak anggapan pihaknya berdiam diri atau menutup mata terhadap kondisi yang dialami Aurelie.

Kasus ini kembali mencuri perhatian publik setelah Aurelie merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth pada awal 2026. Dalam buku tersebut, Aurelie secara terbuka mengungkap pengalaman traumatisnya saat masih berusia 15 tahun, ketika ia terlibat dalam hubungan manipulatif dengan pria dewasa berusia sekitar 29 tahun yang ia temui di lokasi syuting iklan.

Meski menggunakan nama samaran Bobby, banyak pihak menduga pria tersebut adalah Roby Tremonti. Ibu Aurelie, Sri Sunarti, diketahui pernah melaporkan dugaan pencucian otak dan eksploitasi psikologis ini ke KPAI sekitar tahun 2009–2010. Saat itu, lembaga perlindungan anak mencoba memediasi pertemuan antara keluarga dan pihak pria dewasa tersebut.

Namun, proses perlindungan tidak berjalan mudah. Salah satu kendala terbesar adalah kondisi psikologis Aurelie yang kala itu masih berada di bawah pengaruh kuat pelaku dan justru membelanya. Selain itu, posisi usia Aurelie yang mendekati batas dewasa turut mempersempit ruang gerak hukum.

Dalam pengakuan terbarunya, Aurelie mengungkap fakta mengejutkan, ia mengaku dipaksa berbohong kepada petugas karena menerima ancaman serius, mulai dari penyebaran foto pribadi hingga ancaman kekerasan fisik.

Menanggapi kembali ramainya tudingan, Kak Seto mengingatkan publik agar tidak menjadikan kasus lama ini sebagai ajang saling menyerang atau menghakimi personal. Ia mengajak masyarakat bersikap adil, bijak, dan berempati, sembari menegaskan masih banyak persoalan anak di Indonesia yang membutuhkan perhatian bersama.

Sebagai penutup, Kak Seto berharap semua pihak yang terlibat dapat berdamai dengan masa lalu dan melangkah menuju pemulihan, tanpa terus terjebak dalam luka yang sama.

Ket. Foto: Klarifikasi Kak Seto usai disebut tak bantu Aurelie Moeremans. — Sumber: Istimewa
  • Kak Seto
  • Broken Strings

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.