Datangi Komnas PA Bareng Ibunda Sebanyak 4 Kali, Aurelie Moeremans Justru Tak Pernah Dapat Jawaban

Selasa, 13 Jan 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Memoar Aurelie Moeremans bertajuk Broken Strings kini tengah menjadi sorotan luas publik di berbagai platform media sosial.

Antusiasme pembaca disebut sangat tinggi hingga tautan Google Drive yang dibagikan Aurelie untuk mengakses memoar tersebut sampai saat ini masih belum dapat dibuka akibat lonjakan trafik pengunjung.

Ket. Foto: Aurelie Moeremans — Sumber: Instagram/aurelie

Dalam memoar Broken Strings, Aurelie secara terbuka menceritakan perjalanan hidup pahit yang ia alami sejak usia muda. Salah satu pengalaman traumatis yang diungkap adalah dugaan child grooming yang dialaminya ketika masih berada di bawah umur.

Buku memoar ini juga menyinggung dugaan kekejaman yang dilakukan oleh Roby Tremonti, yang merupakan mantan kekasih Aurelie. Dalam pengakuannya, Aurelie menyebut Roby memaksanya menikah di bawah umur serta melakukan berbagai tindakan keji selama mereka menjalin hubungan.

Hubungan antara Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti sendiri sempat menjadi perhatian publik sejak awal tahun 2025. Sorotan tersebut kembali menguat setelah mencuat ulang pernyataan mengenai pernikahan mereka di bawah umur yang terjadi pada Oktober 2011.

Pernikahan tersebut menuai kontroversi karena Aurelie menyatakan bahwa ikatan pernikahan yang mereka jalani tidak sah secara hukum maupun agama. Ia mengungkapkan bahwa pernikahan itu dilakukan tanpa prosedur yang semestinya dan melanggar berbagai ketentuan.

Aurelie juga mengaku bahwa Roby menyuap pihak gereja demi melangsungkan pernikahan tersebut. Menurut pengakuannya, tidak ada gereja yang bersedia menikahkan mereka secara resmi tanpa kehadiran orang tua dari pihak mempelai perempuan.

Ia menyebut bahwa Roby harus membayar puluhan juta rupiah agar pernikahan itu tetap terlaksana secara diam-diam. Pernikahan tersebut disebut tidak tercatat di catatan sipil dan dilakukan tanpa persetujuan keluarga Aurelie.

“Akhirnya dia keliling berpuluh-puluh gereja. Ada yang minta berapa puluh juta, dan bisa dibisa-bisain. Akhirnya mereka ketemu gereja yang bisa nikahin dua orang, tanpa ada orang tua, tanpa latihan dulu,” tulis Aurelie di akun Facebook-nya. Pernyataan ini menjadi salah satu pengakuan yang paling menyita perhatian publik.

Selama dua tahun menjalani pernikahan tersebut, Aurelie mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Ia juga menyebut dipaksa bekerja oleh Roby hingga akhirnya memutuskan berpisah pada tahun 2013.

Kasus ini kembali mengingatkan publik pada jejak digital yang muncul pada tahun 2010 terkait dugaan child grooming. Saat itu, Aurelie bersama ibunya, Sri Sumarti, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan dugaan tindakan Roby yang usianya terpaut 11 tahun lebih tua dari Aurelie.

Namun demikian, Ketua KPAI kala itu, Hadi Supeno, menyatakan bahwa laporan tersebut masih berada dalam tahap analisis. Ia menyebut bahwa pihaknya masih memerlukan keterangan dari masing-masing pihak sebelum mengambil langkah lanjutan.

Sebelum melapor ke KPAI, Aurelie dan ibunya juga sempat mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Lembaga tersebut kala itu berada di bawah binaan Seto Mulyadi, namun Aurelie mengaku tidak pernah mendapatkan kejelasan hasil dari proses mediasi.

Memoar Broken Strings tidak hanya mengungkap sisi kelam perjalanan hidup Aurelie Moeremans. Buku ini juga menyoroti isu pernikahan anak, kekerasan dalam rumah tangga, serta pentingnya perlindungan anak yang masih relevan hingga saat ini.

Publik kini menantikan kelanjutan kisah yang disampaikan Aurelie serta dampak yang mungkin timbul dari pengakuan-pengakuan tersebut. Memoar ini dinilai menjadi bentuk keberanian untuk membuka luka lama demi mendorong kesadaran publik terhadap isu sensitif yang kerap terabaikan.

  • Roby Tremonti
  • Aurelie Moeremans dan Ibunda Lapor Komnas PA

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.