Nama Terseret Memoar Broken Strings, Roby Tremonti Angkat Bicara soal Pasal dan Risiko Hukum

Senin, 12 Jan 2026, 13:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Roby Tremonti kembali menjadi perbincangan publik seiring viralnya sejumlah penggalan cerita dari buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Meski dalam buku tersebut tidak disebutkan nama secara gamblang, banyak warganet mengaitkan sosok laki-laki berinisial “Bobby” dengan Roby Tremonti, mengingat keduanya memiliki riwayat hubungan di masa lalu yang sempat ramai diberitakan pada awal 2010-an.

Ket. Foto: Roby Tremonti — Sumber: Instagram/@robytremonti

Publik menyoroti kembali fakta bahwa Roby dan Aurelie pernah menikah, dengan usia Aurelie kala itu disebut masih 18 tahun. Hubungan tersebut kini kembali dibicarakan setelah Aurelie menuliskan kisah relasi yang sarat kontrol, manipulasi emosional, dan tekanan psikologis. Dalam narasinya, Aurelie menggambarkan hubungan yang bermula saat dirinya masih di bawah umur, ketika bertemu sosok pria dewasa di lokasi syuting iklan.

Singgung Soal Hukum

Di tengah derasnya spekulasi dan diskusi warganet, Roby Tremonti memilih merespons secara tidak langsung. Aktor dan musisi yang kini berusia 45 tahun itu mengunggah sebuah konten bernuansa hukum melalui akun Instagram pribadinya.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar yang membahas risiko pidana terkait tuduhan, pencemaran nama baik, serta penggunaan nama samaran yang dinilai tetap dapat dikenali oleh publik.

“Buat share pengetahuan aja yah guys. Ini kata Gemini AI sih, tapi coba dicari infonya di RL yah,” tulis Roby dalam keterangan unggahan tersebut pada Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan itu dianggap sebagian warganet sebagai bentuk klarifikasi tersirat sekaligus peringatan hukum di tengah ramainya opini publik yang mengaitkan namanya dengan isi buku tersebut.

Unggahan Roby sontak menuai beragam respons. Ada yang menilai langkah tersebut sebagai upaya edukasi hukum agar publik lebih berhati-hati dalam menyimpulkan dan menyebarkan tuduhan. Namun, tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai bentuk pembelaan diri atas narasi yang berkembang luas di media sosial.

Sementara itu, dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans menegaskan bahwa kisah yang ia tuliskan merupakan pengalaman personalnya. Ia menggunakan nama samaran dan sudut pandang reflektif, tanpa secara eksplisit menunjuk individu tertentu. Meski demikian, detail waktu, situasi, dan latar belakang yang diceritakan membuat publik dengan mudah menarik kesimpulan sendiri.

Di tengah polemik yang berkembang, baik Roby maupun Aurelie belum memberikan pernyataan langsung yang saling menyebut satu sama lain. Publik pun kini dihadapkan pada dua perspektif berbeda, kisah trauma yang dituangkan dalam karya tulis, serta respons hukum dari pihak yang merasa namanya terseret dalam opini publik.***

  • Aurelie Moeremans
  • Roby Tremonti

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.