Rangkuman Broken Strings: Pengakuan Berani Aurelie Moeremans Soal Grooming, Pelecehan Seksual, hingga Bangkit dari Trauma

Minggu, 11 Jan 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Cantiks, Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan hangat setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Namun, Broken Strings bukan sekadar buku perjalanan hidup seorang publik figur biasa. 

Broken Strings menjelma menjadi pengakuan paling jujur Aurelie Moeremans serta menggetarkan tentang luka masa lalu, trauma mendalam, serta keberanian seorang perempuan yang akhirnya berani bersuara setelah bertahun-tahun terbungkam.

Ket. Foto: Aurelie Moeremans merilis buku memoar bertajuk Broken Strings. — Sumber: Instagram

Dalam buku setebal 220 halaman tersebut, Aurelie membuka tabir kelam hidupnya yang bermula saat ia baru berusia 15 tahun. 

Di usia yang seharusnya diisi dengan mimpi dan pencarian jati diri, Aurelie justru terjebak dalam relasi berbahaya dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun, yang dalam bukunya ia samarkan dengan nama Bobby. 

Sosok Bobby digambarkan sebagai aktor sekaligus musisi yang awalnya tampak protektif, perhatian, dan penuh pesona, namun perlahan berubah menjadi sumber penderitaan.

Melalui narasi yang jujur dan tanpa sensor, Aurelie memaparkan bagaimana grooming bekerja secara halus namun menghancurkan. 

Perhatian berubah menjadi kontrol, cinta menjelma alat manipulasi, dan relasi yang timpang usia serta kuasa menyeretnya ke dalam lingkaran kekerasan emosional, fisik, hingga seksual. Semua itu berlangsung perlahan, membuat korban kerap tidak menyadari dirinya sedang dilukai.

Menariknya, Aurelie sengaja merilis buku ini pada 10 Oktober 2025, tanggal yang sebelumnya menyimpan trauma terdalam dalam hidupnya. Alih-alih menghindarinya, ia memilih menghadapi masa lalu dan mengubah tanggal tersebut menjadi simbol kemenangan. 

Buku ini ditulis, disunting, hingga dirancang sendiri olehnya, tanpa editor, tanpa intervensi siapa pun. Sebuah keputusan yang mencerminkan keinginannya untuk sepenuhnya berdaulat atas kisah hidupnya sendiri.

Gaya penulisan Broken Strings tidak mengalir lurus. Ingatan dituturkan secara terfragmentasi, mencerminkan kondisi psikologis seorang penyintas trauma. 

Pembaca diajak masuk ke dalam labirin emosi, rasa bersalah yang tidak seharusnya ada, ketakutan yang menjerat, hingga kebingungan yang membekas bertahun-tahun. 

Buku ini juga menyoroti bagaimana masyarakat sering kali lebih cepat menghakimi korban dibanding pelaku.

Tak hanya membongkar luka, Broken Strings juga menjadi klarifikasi panjang atas berbagai rumor yang selama ini membayangi Aurelie, termasuk isu seputar pernikahan dan anak. Ia menegaskan stigma dan asumsi publik kerap memperparah penderitaan korban kekerasan.

Pada akhirnya, buku ini bukan hanya tentang trauma, melainkan juga proses penyembuhan. 

Aurelie menuliskan perjuangannya membangun kembali identitas, memaafkan dirinya sendiri, dan menemukan harapan. Dukungan keluarga menjadi jangkar yang membuatnya bertahan. 

Di halaman terakhir, Aurelie menegaskan bertahan hidup saja sudah merupakan bentuk keberanian yang luar biasa.

Broken Strings bukan sekadar memoar. Buku ini adalah teriakan sunyi yang akhirnya terdengar, sekaligus pengingat di balik sorotan dunia hiburan, ada luka, dan suara korban layak untuk dipercaya.

  • Aurelie Moeremans
  • Broken Strings

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.