Waspada Penipuan Lowongan Kerja Seperti Dialami Khairun Nisa, Kenali Ciri-Cirinya!
Jum'at, 09 Jan 2026, 16:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus yang dialami Nisya, perempuan yang mengaku diiming-imingi lolos menjadi pramugari namun justru terjebak penipuan, menjadi contoh nyata maraknya modus kejahatan berkedok tawaran lowongan kerja.
Modus seperti ini kerap menyasar pencari kerja yang sedang memiliki harapan besar terhadap pekerjaan impian, sehingga lengah terhadap tanda-tanda mencurigakan. Agar tidak terulang, penting bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri penipuan lowongan kerja sejak awal.
Ciri-Ciri
Salah satu tanda paling umum adalah janji gaji dan fasilitas yang tidak masuk akal. Pelaku biasanya menawarkan upah sangat tinggi untuk pekerjaan yang tergolong mudah atau tidak membutuhkan kualifikasi khusus. Dalam kasus tertentu, benefit yang dijanjikan terdengar fantastis tanpa penjelasan logis, seperti langsung diterima kerja dengan gaji puluhan juta atau fasilitas mewah sejak hari pertama.
Ciri berikutnya adalah proses rekrutmen yang terlalu cepat dan tidak wajar. Korban kerap âdinyatakan lolosâ hanya dalam hitungan jam atau hari, tanpa tahapan seleksi yang semestinya. Tidak ada wawancara formal, tes tertulis, atau pengecekan latar belakang. Bahkan, proses seleksi sering kali hanya dilakukan melalui pesan singkat atau telepon singkat.
Permintaan Uang
Modus yang paling berbahaya adalah permintaan uang di awal. Penipu biasanya meminta biaya administrasi, deposit, uang pelatihan, hingga pembelian perlengkapan kerja dengan alasan sebagai syarat diterima. Dalam kasus Nisya, janji masuk profesi pramugari disertai permintaan sejumlah uang, yang ternyata menjadi awal kerugian besar.
Selain itu, pola komunikasi yang tidak profesional juga patut dicurigai. Pelaku sering menggunakan alamat email gratis seperti Gmail atau Yahoo, bukan domain resmi perusahaan. Bahasa yang digunakan kerap tidak baku, penuh salah ketik, dan terkesan terburu-buru. Tak jarang pula pelamar dihubungi secara tiba-tiba melalui WhatsApp atau Telegram, padahal tidak pernah mengirim lamaran.
Informasi perusahaan yang minim atau sulit diverifikasi juga merupakan tanda kuat penipuan. Saat dicari di internet, perusahaan tidak memiliki situs resmi, alamat kantor tidak jelas, atau legalitasnya meragukan. Nama perusahaan bisa saja mirip dengan perusahaan besar, tetapi detailnya tidak konsisten.
Ciri lain yang sering muncul adalah deskripsi pekerjaan yang samar. Tugas kerja dijelaskan secara umum tanpa detail, misalnya hanya disebut âpekerjaan ringanâ, âonline dari rumahâ, atau âcukup like dan shareâ. Ketidakjelasan ini sengaja dibuat agar korban fokus pada janji keuntungan, bukan pada tanggung jawab kerja.
Pelaku juga kerap menggunakan tekanan psikologis, seolah kesempatan sangat terbatas dan harus segera diambil. Korban didesak untuk cepat mengambil keputusan agar tidak sempat berpikir panjang atau mencari informasi pembanding.
Terakhir, waspadai jika ada permintaan data pribadi berlebihan di awal, seperti nomor rekening lengkap, PIN, kode OTP, atau dokumen sensitif lainnya. Perusahaan resmi tidak akan meminta data tersebut sebelum proses rekrutmen yang sah.
Belajar dari kasus Nisya, kehati-hatian dan sikap kritis menjadi kunci utama. Lowongan kerja yang sah tidak pernah memungut biaya dan selalu mengikuti prosedur resmi yang transparan.***
- Ciri penipuan lowongan kerja
Redaktur: Weti Aprianti
Penulis: Weti Aprianti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.