Trump Gunakan Venezuela untuk Singkirkan Tiongkok dari Kawasan Amerika: Peringatan Terselubung bagi Kanada!
Kamis, 08 Jan 2026, 15:05 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Selamat tahun baru, atau mungkin belum tentu terasa âbaruâ bagi semua orang. Nicolás Maduro, mantan pemimpin Venezuela, kini dikabarkan mendekam di sel Brooklyn, sementara Donald Trump duduk nyaman di Washington D.C., dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney sedang sibuk menjaga keseimbangan hubungan diplomatik di Ottawa.
Belakangan ini, langkah-langkah Trump di Amerika Selatan jadi sorotan dunia. Ia tampak berambisi menguasai kawasan, dan itu membuat Kanada harus berpikir keras tentang langkah berikutnya, terutama dalam urusan politik dan ekonomi.
Trump terang-terangan menyebut empat alasan utama AS terlibat di Venezuela: mengamankan minyak, menghentikan perdagangan narkoba, mengontrol imigrasi ilegal, dan menegakkan demokrasi di Caracas.
Tiga di antaranya berimbas langsung ke Kanada, karena Venezuela menjual minyak jenis berat seperti yang dihasilkan Alberta, sementara Trump menggunakan isu narkoba dan migrasi sebagai alasan untuk mengenakan tarif terhadap Kanada.
Pemimpin oposisi Kanada, Pierre Poilievre, langsung bereaksi terhadap isu minyak ini. Ia menekan pemerintah federal agar mempercepat proyek pipa menuju Pantai Barat supaya Kanada bisa memperluas pasar ekspornya.
Sementara itu, pemerintah Kanada sudah bergerak di sisi keamanan. Dalam laporan akhir tahun, mereka mengumumkan berhasil menyita lebih dari 1.000 pon fentanil dan menurunkan jumlah pelintas ilegal ke AS hingga 98 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sayangnya, semua langkah itu belum menjawab alasan sebenarnya di balik intervensi Trump ke Venezuela yakni menekan pengaruh asing di kawasan Amerika.
Doktrin Monroe yang dihidupkan kembali Trump berfokus pada menyingkirkan pengaruh Rusia, Tiongkok, dan Iran dari âhalaman belakangâ Amerika Serikat.
Ketiga negara itu memang punya hubungan lama dengan Venezuela. China membeli 80 persen minyak ekspor negara itu, perdagangan narkoba Venezuela membantu pendanaan kelompok Hezbollah yang berafiliasi dengan Iran, dan Rusia menandatangani perjanjian strategis baru dengan Maduro pada Mei 2025.
Menjatuhkan Maduro berarti mengakhiri kerja sama antara Caracas dengan tiga kekuatan besar itu. Ini sangat penting bagi AS, apalagi di saat China makin dominan di Amerika Selatan, Iran diguncang protes, dan Rusia sedang bernegosiasi mengakhiri perang di Ukraina.
Bagi Kanada, pesan tersiratnya jelas, sudah waktunya berhenti menutup mata terhadap pengaruh asing yang selama ini menembus ranah politik, ekonomi, bahkan sosial. Selama bertahun-tahun, Beijing melakukan âelite captureâ, ikut bermain dalam pemilu, dan menekan diaspora Tionghoa-Kanada.
Iran juga tak kalah aktif, dengan pejabatnya bebas keluar-masuk Kanada untuk menyebarkan kebencian dan mengintimidasi imigran yang menentang rezim mereka. Sementara agen Rusia diam-diam berusaha melemahkan dukungan Kanada terhadap perang di Ukraina.
Pemerintah Carney tampaknya mulai sadar soal ini. Awal Januari lalu, Ottawa menerbitkan peraturan baru dengan denda hingga $1 juta bagi siapa pun yang melanggar Foreign Influence Registry atau daftar pengaruh asing yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Namun, tantangan terbesar bagi Kanada bukan hanya soal keamanan, melainkan ekonomi. Tahun ini, perjanjian perdagangan CUSMA yang membuat 85 persen ekspor Kanada ke AS bebas tarif akan dievaluasi ulang, dan ancaman tarif bisa jadi pukulan besar bagi perekonomian Kanada.
Menghadapi situasi ini, Kanada harus bersikap lebih tegas dan mandiri. Menangkal pengaruh asing bukan cuma cara melindungi diri dari tekanan ekonomi Amerika, tapi juga langkah penting untuk memastikan masa depan negara tetap dalam kendali sendiri.
- Serangan AS ke Venezuela
- Perseteruan AS dan Tiongkok
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.