Hermes Birkin Masuk Department Store, Alarm Pergeseran Dunia Luxury atau Strategi Cerdas Era Baru?
Senin, 05 Jan 2026, 10:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia fashion mewah tengah diguncang dengan sebuah langkah yang nyaris tak terbayangkan sebelumnya. Macyâs, department store legendaris asal Amerika Serikat yang identik dengan pasar arus utama, kini menghadirkan tas Hermes Birkin ke dalam kurasi produknya.
Meski bukan versi baru, kehadiran Birkin preloved di etalase Macyâs tetap memicu perdebatan besar, apakah ini sinyal pergeseran makna luxury di era modern?
Langkah ini jelas bukan keputusan biasa. Selama puluhan tahun, Hermes Birkin berdiri kokoh sebagai simbol eksklusivitas tertinggi, tas yang tak hanya mahal, tetapi juga sulit diakses.
Sementara itu, Macyâs dikenal luas sebagai department store kelas menengah yang melayani konsumen mass market. Pertemuan dua dunia yang kontras ini pun langsung menarik perhatian pengamat industri fashion global.
Melalui laman khusus bertajuk âPre owned Hermesâ, Macyâs menawarkan beragam tas Birkin second-hand dengan harga yang tetap fantastis. Bandrolnya dimulai dari sekitar US$16.000 (sekitar Rp 267 juta) hingga menembus US$33.000 (sekitar Rp 551 juta), tergantung ukuran, warna, material, dan kondisi tas.Â
Semua penjualan ini dilakukan lewat kerja sama dengan Rebag, platform resale luxury yang dikenal menjual tas, jam tangan, dan perhiasan dari brand high end ternama.
Meski berstatus preloved, harga Birkin di Macyâs tetap jauh dari kata terjangkau. Namun, daya tarik utamanya bukan sekadar harga, melainkan kemudahan akses. Sebagai perbandingan, harga retail Birkin di butik Hermes biasanya dimulai dari US$10.000 dan dapat melonjak jauh lebih tinggi. Itu pun dengan satu syarat utama, pembeli harus dipilih.
Hermes selama ini dikenal menerapkan sistem seleksi ketat, yang mana calon pembeli perlu membangun rekam jejak belanja bertahun-tahun sebelum diberi kesempatan membeli Birkin.
Karena itulah, kemunculan tas ikonik ini di website department store yang dapat diakses publik dinilai banyak pihak sebagai langkah yang mengejutkan, bahkan dianggap mendobrak tradisi eksklusivitas luxury.
Menariknya, langkah berani Macyâs ini terjadi tak lama setelah Robert Chavez, mantan Presiden dan CEO Hermes Americas, bergabung sebagai anggota dewan direksi independen Macyâs Inc. pada awal tahun ini. Kehadiran figur penting dari dunia luxury tersebut memicu spekulasi Macyâs tengah menyusun strategi jangka panjang untuk menaikkan posisi brand-nya ke level yang lebih premium.
Di sisi lain, tren resale luxury sendiri memang tengah naik daun. Konsumen kelas atas kini semakin terbuka pada barang preloved, selama keaslian dan kualitas tetap terjaga. Dalam konteks ini, penjualan Birkin preloved di Macyâs bisa dibaca bukan sebagai penurunan nilai luxury, melainkan adaptasi terhadap perilaku konsumen baru.
Apakah ini pertanda runtuhnya tembok eksklusivitas Hermes? Atau justru bukti luxury sedang berevolusi, lebih fleksibel, lebih strategis, namun tetap mahal dan prestisius?
Ketika Hermes Birkin mulai muncul di department store, dunia luxury tak lagi sepenuhnya bermain dengan aturan lama.
- Hermes
- Hermes Birkin
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.