Kelewat Geram? Prilly Latuconsina Tanggapi Insanul Fahmi yang Ngebet Poligami

Jum'at, 02 Jan 2026, 06:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik usai pernyataannya di media sosial ramai diperbincangkan. Kali ini, aktris sekaligus produser film tersebut disebut-sebut menyinggung isu yang tengah hangat, yakni hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi. 

Potongan video Prilly yang diunggah ulang oleh akun TikTok @joinekslusiveseleb memicu beragam spekulasi di kalangan warganet. Dalam video yang diambil dari akun Instagram eksklusif miliknya, Prilly menyampaikan pandangannya terkait fenomena poligami yang kerap dibenarkan dengan dalih agama.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram

Tanpa menyebut nama secara langsung, Prilly mempertanyakan alasan sebagian orang yang menurutnya terlalu mudah menggunakan aturan agama untuk membela perilaku yang dianggap menyakiti pihak lain.

“Kenapa ya, ada orang-orang yang gemar sekali memakai dalil agama untuk membenarkan perbuatan yang sebenarnya bermasalah, misalnya soal poligami,” ujar Prilly dalam video tersebut.

Ucapannya langsung menarik perhatian karena dinilai relevan dengan isu yang tengah ramai diperbincangkan publik.

Diduga Sentil Insanul Fahmi

Prilly kemudian menyinggung kemunculan seorang pria yang sering muncul di linimasa media sosialnya. Sosok tersebut, kata Prilly, dikenal publik lantaran kasus perselingkuhan yang dilaporkan oleh sang istri. Menurutnya, tindakan tersebut justru kerap dibungkus dengan pembenaran berbasis agama.

Ia juga menyoroti argumen klasik yang sering digunakan, yakni klaim telah melakukan pernikahan siri dan menyebut poligami sebagai sesuatu yang diperbolehkan dalam ajaran agama. Prilly tidak menampik bahwa poligami memang memiliki landasan dalam agama dan memiliki contoh dalam sejarah.

Namun, Prilly menegaskan bahwa meniru apa yang dilakukan Nabi bukanlah perkara sederhana. Ia mengingatkan bahwa Nabi memiliki kedudukan dan tanggung jawab moral yang tidak bisa disamakan dengan manusia biasa.

“Bukan berarti semua orang bisa serta-merta meniru apa yang dilakukan Nabi,” ungkapnya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Prilly menyoroti kondisi ketika seorang istri secara jelas menolak dipoligami, namun tetap dipaksa menerima keadaan tersebut. Ia menilai, tindakan memaksa lalu membentuk opini publik dengan cara menjatuhkan sang istri di media sosial merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.

Menurut Prilly, penggunaan narasi agama untuk menutupi kesalahan pribadi justru mencederai nilai-nilai yang diajarkan agama itu sendiri. Pandangannya ini pun menuai beragam reaksi dari para pengikutnya, mulai dari dukungan hingga perdebatan panjang di kolom komentar.

Tak sedikit warganet yang menilai pernyataan Prilly mewakili suara banyak perempuan yang merasa tersakiti oleh praktik poligami yang dilakukan tanpa empati dan tanggung jawab.

Meski menuai pro dan kontra, sikap Prilly kembali menunjukkan keberaniannya menyuarakan isu sensitif yang kerap dianggap tabu di ruang publik.***

  • Prilly Latuconsina
  • Insanul Fahmi

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.