Dari Kuliner hingga Travel, Ini Daftar Bisnis Suami Boiyen yang Kini Disorot Terkait Dugaan Penipuan
Jum'at, 26 Des 2025, 07:30 WIB
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Suami Boiyen disebut menghubungi korban pada pertengahan tahun 2023 dengan menawarkan sebuah peluang usaha yang diklaim menjanjikan. Kontak awal tersebut menjadi pintu masuk terjalinnya komunikasi bisnis antara Rully atau RAA dengan pihak korban berinisial RF.
Dalam komunikasi tersebut, Rully disinyalir mengajak RF untuk menyuntikkan dana guna pengembangan bisnis yang sedang dijalankannya. Tawaran itu disertai paparan rencana usaha serta iming-iming keuntungan yang dinilai menarik bagi calon investor.
Seiring berjalannya waktu, janji bagi hasil yang sebelumnya disepakati ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Alih-alih memperoleh keuntungan, pihak investor justru mengaku mengalami kerugian dari kerja sama tersebut.
Kuasa hukum korban, Santono, menegaskan bahwa RAA dianggap telah melanggar kesepakatan yang tertuang dalam proposal maupun perjanjian. Ia menyebut bahwa sejumlah poin penting dalam dokumen kerja sama tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
âRAA tidak lagi memberikan bagi hasil sesuai janji dan tidak memenuhi komitmen yang ada di dalam proposal maupun akta perjanjian,â tegas Santono. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk keberatan atas sikap terlapor dalam kerja sama bisnis tersebut.
Kekecewaan pihak korban semakin memuncak ketika berbagai upaya mediasi tidak mendapatkan respons positif dari Ezel. Ia dinilai cenderung menghindar sehingga membuat penyelesaian persoalan menjadi semakin sulit.
âKlien mencoba menghubungi RAA, namun RAA dianggap tidak merespons dengan baik dan terkesan melarikan diri dari tanggung jawab,â ujar Santono. Kondisi tersebut membuat pihak korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
Di tengah polemik tersebut, publik turut menyoroti deretan bisnis yang selama ini dijalankan oleh Ezel. Sejumlah usaha itu sebelumnya dikenal aktif dan memiliki citra berkembang di bidang masing-masing.
Deretan Bisnis Ezel menjadi perhatian lantaran salah satunya kini dikaitkan dengan dugaan penggelapan dana investor. Berikut adalah daftar usaha yang selama ini dijalankan oleh Ezel berdasarkan informasi yang beredar.
1. Sateman Indonesia, Bisnis Kuliner yang Kini Disoal
Sateman Indonesia menjadi usaha yang paling banyak disorot dalam polemik ini. Restoran sate dengan konsep bumbu Nusantara tersebut berbasis di wilayah Sleman, Yogyakarta.
Usaha kuliner ini sempat diklaim memiliki potensi ekspansi ke kota-kota besar seperti Jakarta. Namun, justru dari bisnis inilah muncul tudingan penggelapan dana investor yang kini tengah bergulir.
2. Teman Travel, Bisnis Pariwisata Berbasis Akademik
Berbekal latar belakang pendidikan doktoral di bidang pariwisata dari Universitas Gadjah Mada, Ezel juga mengelola biro perjalanan bernama Teman Travel. Layanan yang ditawarkan meliputi pendampingan wisata, penyusunan paket perjalanan domestik dan internasional, hingga jasa travel assistant.
Bisnis ini diklaim telah dijalani lebih dari satu dekade dan menyasar segmen wisata edukatif serta profesional. Teman Travel juga disebut mengedepankan pendekatan akademik dalam penyusunan produknya.
3. Konsultan Restoran dan Hospitality
Tak hanya terjun langsung ke lapangan, Ezel juga memosisikan diri sebagai konsultan di bidang restoran dan hospitality. Dengan gelar akademik yang panjang, ia menawarkan jasa pendampingan pembukaan restoran, manajemen operasional, hingga pengembangan kurikulum pariwisata.
Aktivitas ini berjalan seiring perannya sebagai dosen tetap di Politeknik Sahid Jakarta. Selain itu, ia juga tercatat sebagai dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi lain.
4. Mulai Masuk ke Bisnis Daster Boiyen
Usai menikah, Ezel disebut berencana merambah bisnis baru dengan membantu usaha daster yang telah dirintis istrinya, Boiyen. Langkah ini didasari pengalamannya dalam mengelola berbagai jenis bisnis.
Rencana Ezel masuk ke bisnis Boiyen sempat disampaikan dalam sebuah podcast. Boiyen juga mengungkap bahwa ia meminta sang suami ikut membantu mengelola bisnis daster yang telah lebih dulu dijalankannya.