Dituding Ikut Bawa Kabur Uang Investor Rp 1,3 T, Dude Harlino Angkat Suara

Rabu, 24 Des 2025, 07:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktor Dude Harlino akhirnya angkat bicara terkait isu perceraian yang belakangan ramai beredar di media sosial. Ia dengan tegas membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa kondisi rumah tangganya hingga saat ini baik-baik saja.

Dude menyebut isu tersebut kemungkinan muncul akibat kesimpangsiuran informasi yang bercampur dengan kasus finansial yang sedang menyeret namanya. Fokus utama yang ia rasakan saat ini justru adalah beban moral berat terkait ribuan korban investasi Dana Syariah Indonesia (DSI).

Ket. Foto: Dude Herlino — Sumber: Instagram/dude2herlino

Nama Dude Harlino menjadi sorotan warganet karena perannya sebagai Brand Ambassador Dana Syariah. Banyak pihak menuding dirinya ikut menikmati dana nasabah atau bahkan membawa lari uang para investor.

Menanggapi tudingan tersebut, Dude menegaskan bahwa perannya hanya sebatas duta merek yang terikat kontrak promosi. Ia memastikan tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam operasional maupun sistem internal perusahaan.

“Saya sebagai Brand Ambassador, keterlibatan saya di Dana Syariah itu hanya sebatas mempromosikan,” ujar Dude kepada Denny Sumargo. Ia menegaskan tidak memiliki akses terhadap internal perusahaan maupun pengambilan keputusan.

Dude menjelaskan bahwa keputusannya mempromosikan platform tersebut dilakukan setelah ia melakukan pengecekan legalitas. Saat itu, DSI diketahui telah berizin resmi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Label “Syariah” serta adanya jaminan berupa agunan properti menjadi faktor utama yang membuat Dude yakin investasi tersebut aman. Hal tersebut membuatnya percaya bahwa masyarakat tidak akan dirugikan.

Namun, situasi berubah drastis pada pertengahan tahun 2025 ketika laporan gagal bayar mulai bermunculan. Nilai kerugian yang muncul pun sangat fantastis dan mengejutkan publik.

Berdasarkan data yang dihimpun, total dana lender yang tertahan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Jumlah korban dalam kasus ini tercatat kurang lebih mencapai 4.545 orang.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Dude memilih untuk tidak menghindar dari para korban. Ia justru mendampingi perwakilan korban untuk ikut bersuara dan mencari kejelasan.

Dude mengaku hatinya hancur membaca pesan langsung yang masuk ke akun pribadinya. Pesan-pesan tersebut berisi kisah pilu korban yang kehilangan dana pensiun hingga tabungan pendidikan anak.

Dalam sebuah podcast, Dude juga mengungkap adanya kisah korban yang meninggal dunia. Korban tersebut disebut tidak dapat mencairkan dananya untuk biaya pengobatan sehingga harus menurunkan kelas perawatan.

Kisah tersebut menjadi salah satu alasan kuat yang mendorong Dude untuk turun tangan membantu. “Membaca itu membuat saya harus bantu menyuarakan walaupun cuma BA,” kata Dude.

Ia juga menyampaikan bahwa proses mediasi sebenarnya sudah berjalan. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada kejelasan konkret yang dirasakan para korban.

Dude mengungkap bahwa dirinya juga sempat menaruh dana pribadi di platform DSI. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk validasi sebelum mempromosikannya kepada publik.

Pada awalnya, pembayaran imbal hasil berjalan lancar selama beberapa tahun. Kondisi tersebut semakin menguatkan keyakinannya terhadap sistem yang dijalankan DSI.

Masalah mulai tercium ketika kantor DSI tiba-tiba menerapkan sistem Work From Home total pada Oktober 2025. Sejak saat itu, seluruh layanan dialihkan secara daring dan komunikasi menjadi sulit.

Transparansi data terkait peminjam bermasalah juga tidak pernah dibuka secara jelas kepada investor. Hal ini memicu kecurigaan dan keresahan di kalangan para korban.

Para korban yang hadir dalam podcast tersebut turut menyoroti adanya dugaan fraud. Dugaan itu mencakup proyek fiktif hingga manipulasi laporan keuangan.

Situasi semakin diperparah dengan fakta bahwa salah satu petinggi DSI memiliki hubungan kekerabatan dengan mantan regulator. Hal tersebut memunculkan dugaan konflik kepentingan yang serius.

Kekecewaan korban memuncak ketika pihak DSI hanya menawarkan pengembalian dana sebesar 0,2 persen dari total dana pokok. Tawaran tersebut dinilai tidak manusiawi mengingat besarnya kerugian yang dialami.

Dude Harlino kini berharap adanya intervensi dari pihak berwenang yang lebih tinggi. Ia meminta OJK dan aparat penegak hukum mengusut tuntas aliran dana serta keberadaan aset agunan.

Di akhir penjelasannya, Dude menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini sesuai kapasitasnya. Meski menjadi sasaran amarah publik, ia memilih berdiri bersama para korban demi keadilan dan transparansi.

  • Kasus Penipuan Dude Herlino
  • Dude Herlino Terbaru

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.