Sempat Meledak karena Lisa BLACKPINK, Kini Tren Labubu Terancam Berakhir?

Senin, 22 Des 2025, 17:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pop Mart, perusahaan mainan asal China yang sempat menjadi primadona global berkat popularitas boneka Labubu, kini tengah menghadapi fase yang cukup menantang.

Perusahaan yang dikenal dengan konsep mainan koleksi blind box ini dilaporkan mengalami penurunan nilai saham hampir 40 persen. Kondisi tersebut membuat para investor mulai mempertanyakan keberlanjutan tren boneka blind box yang sebelumnya sempat booming di berbagai negara.

Ket. Foto: Labubu — Sumber: Instagram/labubu

Labubu sebelumnya bukan sekadar mainan biasa. Karakter ciptaan seniman Kasing Lung ini sempat menjelma menjadi koleksi wajib bagi para penggemar dan kolektor.

Bahkan, di pasar sekunder, boneka Labubu kerap diperjualbelikan kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga ritel. Fenomena ini sempat menciptakan euforia besar dan mendorong lonjakan minat terhadap produk-produk Pop Mart.

Namun, seiring berjalannya waktu, antusiasme tersebut kini mulai terlihat menurun. Melemahnya minat penggemar di pasaran berdampak langsung pada harga jual kembali Labubu yang ikut mengalami koreksi.

Salah satu sinyal yang paling mencolok dan memicu kekhawatiran investor adalah performa penjualan Pop Mart di pasar Amerika Serikat.

Pada momen belanja besar seperti Black Friday yang berlangsung pada November lalu, hasil penjualan Labubu dan produk Pop Mart lainnya ternyata tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa antusiasme konsumen, khususnya para kolektor, tidak lagi berada di level setinggi masa puncak popularitas Labubu.

Fenomena yang dialami Labubu pun mulai dibandingkan dengan tren koleksi legendaris seperti Beanie Babies pada era 1990-an.

Saat itu, mainan tersebut berubah menjadi objek spekulasi dengan nilai jual tinggi, sebelum akhirnya kehilangan daya tarik dan membuat banyak kolektor harus menerima kerugian. Perbandingan ini menjadi alarm tersendiri bagi investor Pop Mart.

Data juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan Pop Mart di pasar Amerika Utara mulai melambat. Meski angka pertumbuhan tersebut masih tergolong tinggi, lajunya tidak secepat periode sebelumnya.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa Pop Mart masih sangat bergantung pada hype karakter tertentu, terutama Labubu, sebagai penggerak utama penjualan.

Meski demikian, perjalanan Pop Mart belum tentu berakhir. Dunia koleksi dan industri gaya hidup dikenal sebagai sektor yang cepat berubah, namun juga selalu membuka peluang baru.

Tantangan terbesar yang dihadapi Pop Mart saat ini adalah menciptakan fenomena berikutnya atau memperluas daya tarik produknya agar tidak bergantung pada satu karakter saja.

Sebagai informasi, Labubu merupakan boneka ciptaan seniman Kasing Lung yang awalnya hadir sebagai karya seni patung edisi terbatas pada 2015. Potensi komersial karakter ini kemudian dilihat oleh Pop Mart, yang mulai memproduksinya secara massal sebagai mainan koleksi sejak 2019.

Popularitas Labubu semakin meroket setelah Lisa BLACKPINK memamerkannya di media sosial, menjadikan karakter dengan tampilan unik tersebut sebagai salah satu ikon Pop Mart yang diminati kolektor di seluruh dunia.

  • Tren Labubu Berakhir
  • Saham Pop Mart Anjlok

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.