Melalui unggahan di media sosialnya, Atalia menulis, âRindu itu gak tau waktu ya, Mama kangen AA. Al-Fatihah AA sayang,â dikutip Senin (22/12/2025).
Unggahan ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan sisi personal dan emosional seorang ibu yang masih merasakan kehilangan anak tercintanya.
Satu hari sebelum Hari Ibu, Atalia tampak mengunjungi makam Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung. Ia datang dengan membawa keranjang bunga dan bersimpuh di pusara putranya sambil memanjatkan doa.
Suasana haru terasa ketika Atalia menaburkan kelopak bunga mawar yang disusun rapi membentuk simbol hati (love) di atas pusara, sebagai wujud penghormatan dan kasih sayang yang mendalam.
Dalam kunjungannya, Atalia tidak sendirian. Ia ditemani oleh rombongan orang-orang terdekatnya dan sempat mengabadikan momen di samping makam Eril.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan solidaritas bagi Atalia di tengah masa berduka dan proses perceraian yang sedang dijalaninya.
Momen ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan khusus di Hari Ibu, memperlihatkan cinta dan kerinduan seorang ibu yang tidak pernah pudar meski sang anak telah tiada.
Sebagai latar belakang, Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Atalia dan Ridwan Kamil, meninggal dunia setelah hilang terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss, pada 26 Mei 2022.
Jasad Eril ditemukan pada 8 Juni 2022 oleh kepolisian setempat di Bendungan Engehalde, sekitar 6 km dari titik awal hilangnya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman Darmansyah Hadad, memastikan melalui uji DNA bahwa jasad yang ditemukan adalah benar putra Ridwan Kamil. Jenazah Eril kemudian dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan dengan iringan doa dari jutaan masyarakat Indonesia.
Setiap momen peringatan Hari Ibu, seperti yang dilakukan Atalia, menjadi pengingat bahwa rasa kehilangan tetap hidup dalam hati seorang ibu. Kehadirannya di makam Eril sekaligus menjadi simbol kekuatan dan kasih sayang yang abadi, meski waktu dan jarak memisahkan mereka.