Sering Disepelekan, Ini 7 Kesalahan Menggendong Bayi yang Wajib Dihindari

Sabtu, 20 Des 2025, 11:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Menggendong buah hati memang cara terbaik untuk membangun ikatan batin, ya Cantiks.

Rasanya dunia jadi lebih tenang saat bayi berada sedekat mungkin dalam pelukan kita. Namun, tahukah kamu kalau menggendong itu bukan sekadar menggendong?

Ket. Foto: Ilustrasi menggendong bayi yang benar. — Sumber: freepik.com

Jika posisinya salah, risikonya bisa berdampak pada pernapasan hingga perkembangan tulang belakang dan pinggul bayi.

Yuk, simak tujuh kesalahan cara menggendong yang harus Cantiks hindari demi keamanan dan kenyamanan bayi kesayangan!

7 Kesalahan Menggendong Bayi yang Sering Tak Disadari

Agar manfaat menggendong bisa maksimal, Cantiks harus memastikan jalan napas bayi tetap terbuka dan posisi punggungnya tertopang dengan baik. Berikut adalah beberapa posisi salah yang perlu segera diperbaiki:

1. Gendongan yang Terlalu Longgar

Kain atau carrier yang longgar bisa membuat bayi merosot atau membungkuk.

Posisi melengkung yang berlebihan ini dapat menekan leher serta punggung, bahkan bisa menghambat pernapasannya.

Pastikan gendongan terpasang cukup rapat dan memeluk tubuh bayi dengan pas.

2. Kepala Bayi Terkulai atau Menempel di Dada

Ini adalah kesalahan yang cukup sering terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir.

Jika kepala bayi terkulai hingga dagunya menempel ke dadanya sendiri, saluran napas bisa menyempit. Pastikan dagu bayi selalu terangkat dan wajahnya tetap terlihat jelas oleh Cantiks.

3. Wajah Tertutup Kain Gendongan

Hati-hati ya, Cantiks, jangan sampai kain gendongan atau pakaianmu menutupi hidung dan mulut bayi.

Selain mengurangi aliran udara, wajah yang tertutup membuat kita sulit memantau apakah bayi bernapas dengan lancar atau tidak.

4. Menggendong Hadap Luar Terlalu Dini

Ingin memperlihatkan dunia luar pada bayi? Boleh saja, tapi tunggu sampai ia memiliki kontrol kepala yang kuat (biasanya di atas usia 4-6 bulan).

Menggendong posisi front-facing outward terlalu dini bisa memberi tekanan berlebih pada leher dan pinggul bayi. Pastikan juga gendongan mendukung posisi kaki 'M' (M-shape).

5. Posisi Gendong Belakang yang Kurang Pas

Menggendong di punggung sebaiknya dilakukan hanya jika bayi sudah bisa duduk secara mandiri.

Menggunakan teknik gendong belakang tanpa kemampuan duduk yang stabil atau pemasangan gendongan yang asal-asalan sangat berisiko membuat bayi terjatuh.

6. Menggendong Sambil Beraktivitas Berat

Sangat tidak disarankan menggendong bayi sambil memasak atau melakukan pekerjaan rumah yang berat.

Kurangnya fokus bisa meningkatkan risiko bayi terbentur atau terkena cipratan panas. Sebaiknya letakkan bayi di tempat yang aman dulu ya, Cantiks, baru selesaikan pekerjaanmu.

7. Memakai Gendongan yang Rusak atau Salah Ukuran

Cek kembali kondisi gendonganmu! Jahitan yang lepas, kain yang sobek, atau ukuran yang terlalu besar bisa sangat berbahaya.

Gendongan yang tidak layak pakai dapat membuat posisi bayi tidak ergonomis dan meningkatkan risiko terjatuh.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang harus Cantiks perhatikan saat menggendong. Dengan teknik yang benar, momen berpelukan dengan bayi jadi lebih aman, nyaman, dan pastinya makin hangat.

  • Cara menggendong bayi
  • Kesalahan menggendong bayi

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.