Para Pemilih Kecewa namun Trump akan Berpidato Membanggakan Prestasinya

Kamis, 18 Des 2025, 08:58 WIB

WASHINGTON – Para pemilih Donald Trump mulai kecewa dengan penanganan perekonomian setelah hampir setahun kembali berkuasa namun Presiden Amerika Serikat (AS) itu pada Rabu (17/12) waktu setempat akan menyampaikan pidato kenegaraan dengan membanggakan prestasinya.

Trump dari Partai Republik juga diperkirakan akan memberikan bocoran kebijakan untuk tahun 2026, setelah serangkaian kebijakan proteksionis dan nasionalis garis keras di awal masa jabatan keduanya.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dengan pemilihan paruh waktu AS tahun depan yang semakin dekat, pria berusia 79 tahun itu menghadapi kemarahan yang meningkat di kalangan warga Amerika tentang tingginya biaya hidup.

Trump tidak mengatakan apa yang akan dia sampaikan dalam pidato utamanya dari Gedung Putih pukul 9 malam. Dia hanya mengatakan di media sosial bahwa "ini adalah tahun yang hebat bagi negara kita, dan YANG TERBAIK AKAN DATANG!"

Namun demikian, Gedung Putih mengatakan akan fokus pada "pencapaian bersejarahnya," termasuk mengatasi inflasi, yang menurut Trump merupakan kesalahan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan mengatasi masalah imigrasi.

“Ini akan menjadi pidato yang sangat bagus. Saya baru saja berada di Ruang Oval bersama presiden untuk membahasnya,” kata sekretaris pers Karoline Leavitt kepada wartawan di luar Sayap Barat Gedung Putih pada hari Selasa.

“Dia akan banyak berbicara tentang pencapaian selama 11 bulan terakhir, semua yang telah dia lakukan untuk mengembalikan negara kita ke kejayaan, dan semua yang terus dia rencanakan untuk terus memberikan yang terbaik bagi rakyat Amerika selama tiga tahun ke depan.”

Secara terpisah, Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa Trump mungkin akan "memberikan sedikit bocoran tentang beberapa kebijakan yang akan datang di Tahun Baru juga."

Miliarder dan presiden terpilih tertua dalam sejarah AS, Trump mengklaim tentang "zaman keemasan" baru di Amerika.

Baru-baru ini, ia memberi peringkat ekonomi sebagai "A++++" dan mengecam apa yang disebutnya sebagai "tipuan keterjangkauan" oleh para pesaingnya dari Partai Demokrat.

Namun, para pemilih AS semakin marah dengan tingginya harga banyak barang, mulai dari bensin hingga bahan makanan, yang menurut para ahli sebagian dipicu oleh tarif yang telah ia kenakan pada mitra dagangnya.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Universitas Chicago untuk Associated Press, yang diterbitkan minggu lalu, hanya 31 persen warga Amerika yang puas dengan kebijakan ekonomi Trump.

Ia juga menghadapi kritik dari dalam gerakan Make America Great Again miliknya karena berfokus pada kesepakatan perdamaian di Ukraina dan Gaza serta ketegangan dengan Venezuela, alih-alih masalah domestik.

Kini ada tanda-tanda bahwa timnya mulai menyadari bahwa masalah ini dapat merugikan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu tahun depan untuk memperebutkan kendali Kongres.

Kekalahan Telak

Partai Republik mengalami kekalahan telak dalam pemilihan walikota New York dan gubernur di Virginia dan New Jersey pada bulan November, sementara mereka meraih kemenangan tipis di Tennessee, wilayah yang sebelumnya merupakan basis kekuatan mereka.

Presiden meningkatkan perjalanan domestiknya untuk menyampaikan pesan ekonominya.

Pekan lalu di Pennsylvania, dia berjanji untuk "membuat Amerika kembali terjangkau," dan pada hari Jumat dia dijadwalkan untuk mengadakan rapat umum bergaya kampanye lainnya di North Carolina.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance — yang dengan cepat menjadi juru bicara Trump dalam isu tersebutkarena akan mengincar pencalonan presidennya sendiri pada tahun 2028,mendesak para pemilih untuk bersabar selama pidatonya pada hari Selasa.

"Mereka tahu Roma tidak dibangun dalam sehari,” kata Vance di negara bagian Pennsylvania yang penting dan didominasi kelas pekerja pada hari Selasa. “Mereka tahu apa yang dirusak Joe Biden tidak akan diperbaiki dalam seminggu.”

Kepala staf Trump, Susie Wiles, mengatakan dalam sebuah artikel Vanity Fair yang diterbitkan pada hari Selasa bahwa programnya akan menampilkan "lebih banyak pembicaraan tentang ekonomi domestik dan lebih sedikit tentang Arab Saudi."

  • Donald Trump

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.