Awas! Trump akan Balas Dua Tentara AS yang Tewas Akibat Serangan di Suriah

Senin, 15 Des 2025, 19:18 WIB

WASHINGTON– Awas! Bakalan ada “pembalasan serius” setelah dua prajurit Angkatan Darat negara dan seorang penerjemah tewas di Suriah, dalam apa yang menurut pejabat merupakan serangan oleh seorang penembak kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang juga melukai tiga warga Amerika lainnya, kata Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Ini adalah serangan ISIS terhadap Amerika Serikat, dan terjadi di Suriah, di wilayah Suriah yang sangat berbahaya dan tidak sepenuhnya berada di bawah kendali mereka,” kata Trump dalam unggahan media sosial pada Sabtu (13/12).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

“Akan ada pembalasan yang sangat serius,” tulis Trump.

Dikutip dari The Straits Times, Trump tidak merinci bentuk pembalasan tersebut, baik dalam unggahan itu maupun dalam pernyataannya kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri pertandingan sepak bola Army-Navy pada Sabtu.

Dalam pernyataan terpisah, Komando Pusat AS (US Central Command) menyebutkan bahwa kelompok tersebut disergap oleh seorang penembak tunggal yang mereka identifikasi sebagai militan ISIS. Penembak itu kemudian tewas.

Serangan terjadi di kota Palmyra ketika para tentara tersebut tengah menjalankan operasi kontra-terorisme, kata juru bicara Pentagon Sean Parnell dalam pernyataan terpisah.

Palmyra berada di luar kendali Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

Pentagon menahan identitas para korban hingga 24 jam setelah keluarga mereka diberi pemberitahuan.

Pasukan AS diketahui bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces) yang dipimpin kelompok Kurdi untuk memerangi sisa-sisa kekuatan ISIS setelah tergulingnya Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Parnell mengatakan serangan itu terjadi saat para prajurit “sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin kunci” dalam rangka mendukung operasi kontra-terorisme.

Targetkan Patroli Gabungan

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack menyebut penyergapan tersebut menargetkan “patroli gabungan pemerintah AS–Suriah”.

“Pelaku kejam yang melakukan serangan ini telah tewas oleh pasukan mitra,” tulis Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di X.

Parnell mengatakan identitas para prajurit yang tewas akan ditahan hingga keluarga mereka menerima pemberitahuan resmi. Insiden tersebut merupakan yang pertama dilaporkan sejak pasukan yang dipimpin kelompok Islamis menggulingkan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada Desember 2024, sekaligus memulihkan hubungan negara tersebut dengan AS.

Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) mengindikasikan bahwa Pemerintah AS akan menahan informasi identitas tentang para prajurit AS yang telah meninggal dan unit mereka sampai 24 jam setelah keluarga terdekat mereka diberitahu.

“Insiden tersebut masih dalam investigasi aktif,” menurut Departemen Pertahanan AS.

  • donald trump

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.