Asap Vape Mengancam Kesehatan Janin, Ini Risiko yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Rabu, 10 Des 2025, 08:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rokok elektrik atau vape merupakan alat yang bekerja dengan memanaskan “cairan elektronik” yang terdiri dari propilen glikol atau gliserin nabati, nikotin, serta senyawa penyedap rasa.

Meskipun dianggap sebagai alternatif rokok tembakau, rokok elektrik dan alat pengantar nikotin elektronik lainnya sebenarnya memiliki kesamaan mendasar dengan rokok tradisional, yaitu sama-sama menjadi wadah untuk menyalurkan nikotin kepada penggunanya melalui jalur paparan yang dihirup.

Ket. Foto: Dampak vape terhadap kesehatan janin — Sumber: Freepik

Dengan kata lain, meski bentuk dan cara penggunaannya berbeda, risikonya tidak bisa disepelekan.

Rokok elektrik diketahui mengandung beberapa racun yang juga terdapat dalam rokok tradisional. Dampak buruk terhadap kesehatan pun cenderung serupa.

Bahkan, para peneliti menemukan adanya bahan kimia tertentu pada vape yang justru tidak ditemukan pada rokok tembakau. Seperti halnya rokok biasa, asap vape juga memiliki potensi membahayakan orang-orang di sekelilingnya, termasuk ibu hamil yang menjadi kelompok paling rentan.

Berikut adalah kumpulan bahaya asap vape untuk ibu hamil, yang telah dikaji dan dibuktikan melalui berbagai studi ilmiah.

1. Bisa memicu berat badan bayi lahir rendah

Berdasarkan studi Multidisciplinary Digital Publishing Institute, terdapat dampak merugikan ketika ibu hamil menghirup asap vape terhadap kesehatan perinatal.

Studi ini telah diteliti secara mendalam dan terbukti menunjukkan bahwa paparan asap vape dapat menyebabkan serangkaian efek negatif bagi kesehatan janin, termasuk risiko berat badan lahir rendah (BBLR).

2. Asap vape memengaruhi efek neurokognitif dan perilaku pada janin

Paparan asap vape selama kehamilan juga berdampak pada perkembangan neurokognitif dan perilaku bayi. Nikotin, yang umum ditemukan dalam cairan vape, dapat menembus plasenta dan mengganggu perkembangan otak janin.

Zat ini dapat memengaruhi perkembangan struktur otak, termasuk area yang terkait dengan kognisi, memori, dan kontrol impuls. Paparan nikotin selama kehamilan bahkan dapat menimbulkan perubahan permanen pada struktur dan fungsi otak, yang berpotensi mengganggu kemampuan belajar dan perilaku anak setelah lahir.

3. Asap vape memengaruhi efek epigenetik pada janin

Selain perkembangan otak, paparan vape juga bisa menimbulkan efek epigenetik pada janin. Epigenetika mempelajari perubahan ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA.

Paparan zat beracun, termasuk nikotin, selama kehamilan dapat mengubah pola epigenetik janin, yang dapat menyebabkan risiko gangguan perkembangan, gangguan neurologis, serta meningkatkan kemungkinan penyakit kronis di kemudian hari.

4. Asap vape memengaruhi efek intrauterin pada bayi

Faktanya, asap vape berpotensi memengaruhi kondisi intrauterin, yaitu kondisi janin saat berada di dalam kandungan. Paparan tersebut dapat mengganggu perkembangan berbagai organ, meningkatkan risiko masalah kesehatan baik sebelum maupun setelah bayi lahir.

5. Ibu hamil berpotensi mengalami infeksi paru-paru

Meski vape kerap diklaim kurang berbahaya dari rokok tembakau, paparan asapnya tetap membawa risiko. Asap vape mengandung zat kimia dan partikel halus yang dapat menyebabkan iritasi saluran napas.

Ibu hamil yang terpapar dapat merasakan batuk, sesak napas, atau nyeri dada. Paparan ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronkitis, yang dapat berujung pada komplikasi bagi ibu dan janin.

Itulah sejumlah bahaya asap vape bagi ibu hamil. Demi kesehatan ibu dan bayi, sangat disarankan untuk menghindari paparan asap vape maupun produk tembakau apa pun selama kehamilan.

  • Dampak Vape pada Ibu Hamil
  • Pengaruh Vape Terhadap Kesehatan Janin

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.