Pikir Beribu Kali! Risiko Operasi Pengangkatan Payudara seperti yang Dilakukan Cocona XG

Minggu, 07 Des 2025, 08:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar terbaru mengenai Cocona XG sukses mengejutkan para penggemarnya.

Pada hari ulang tahunnya, member XG itu mengumumkan bahwa ia telah menjalani operasi pengangkatan payudara dan mengidentifikasikan dirinya sebagai transmaskulin nonbiner.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@fyi.korea

Pengakuan ini bukan hanya menjadi momen pribadi penting bagi Cocona, tetapi juga memicu diskusi luas mengenai identitas gender dan risiko prosedur medis afirmasi gender.

Kenali Risiko

Meskipun memberikan manfaat emosional dan psikologis bagi banyak orang, operasi pengangkatan payudara tetap merupakan prosedur medis besar yang tidak lepas dari risiko.

Setiap orang yang mempertimbangkannya perlu memahami konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang sebelum mengambil keputusan.

Risiko pertama yang paling umum adalah komplikasi penyembuhan luka. Setelah jaringan payudara diangkat, area operasi cenderung sensitif dan rentan.

Terjadi kemungkinan perdarahan, pembengkakan, atau penumpukan cairan di balik kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi tersebut dapat memerlukan tindakan tambahan dari dokter. Infeksi juga menjadi ancaman nyata apabila perawatan luka tidak dilakukan secara teliti.

Selain itu, ada kemungkinan penurunan atau hilangnya sensasi pada area dada. Selama operasi, saraf-saraf di sekitar payudara dapat terputus sehingga sensasi di kulit atau puting jadi berkurang.

Pada sebagian orang kondisi ini bersifat sementara, namun tidak jarang menjadi permanen. Hal lainnya yang sering luput dari perhatian adalah ketidaknyamanan fisik jangka panjang, seperti rasa tegang pada otot dada, nyeri menusuk sesekali, atau keterbatasan gerak saat mengangkat lengan.

Operasi ini juga berpotensi meninggalkan bekas luka yang terlihat. Walaupun ahli bedah berusaha menempatkan sayatan seestetis mungkin, bentuk tubuh setiap orang berbeda, dan penyembuhan jaringan mengikuti ritme alami tubuh.

Beberapa orang merasa bekas luka tidak menjadi masalah karena selaras dengan identitas gender baru mereka, sementara bagi sebagian lainnya justru menjadi sumber kepercayaan diri yang baru atau gangguan visual yang mengganggu.

Faktor Pikologis dan Emosi

Di luar risiko fisik, ada risiko psikologis dan emosional. Tidak semua orang langsung merasa puas dengan hasil operasi.

Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ketidakpuasan atau keinginan untuk menjalani revisi. Selain itu, proses adaptasi terhadap perubahan bentuk tubuh bisa memerlukan dukungan emosional dari lingkungan yang aman dan memahami.

Kesimpulannya, top surgery seperti yang dilakukan Cocona XG dapat menjadi langkah penting dan membahagiakan bagi individu transmaskulin nonbiner.

Namun keputusan ini harus diambil dengan pemahaman utuh mengenai manfaat dan risikonya. Dengan persiapan mental, konsultasi medis matang, serta dukungan orang terdekat, proses afirmasi gender melalui pembedahan dapat dijalani secara aman, bertanggung jawab, dan penuh kesadaran diri.***

  • Cocona XG
  • Risiko Operasi Pengangkatan Payudara

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.