Dalam wawancara dengan Deadline, DiCaprio menekankan pentingnya membangun karier dalam jangka panjang. Menurutnya, kesuksesan tidak bisa dilihat dari satu atau dua tahun, melainkan harus dipandang dalam rentang 20, 30, hingga 50 tahun ke depan, layaknya menyusun sebuah bangunan dari blok-blok kecil.
"Hal paling penting yang bisa saya katakan, jika Anda mencintai profesi ini, jika Anda mencintai dunia akting, Anda harus sadar bahwa ini adalah maraton, bukan sprint," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa overexposure, atau terlalu sering muncul di publik, dapat berdampak negatif terhadap karier seorang aktor. Meski di awal karier media sosial belum populer, DiCaprio mengaku sudah memiliki insting untuk menjaga privasi sejak lama.
âItu masa ketika saya melihat aktor-aktor yang benar-benar menyembunyikan kehidupan pribadi mereka, dan publik tidak tahu banyak tentang mereka,â jelasnya. Ia menambahkan, situasinya kini jauh berbeda di era media sosial yang serba terbuka.
DiCaprio juga menyoroti pentingnya memilih proyek film secara bertahap, daripada membanjiri publik dengan banyak film dalam satu atau dua tahun. Strategi ini, menurutnya, membantu menjaga kualitas peran dan ekspektasi penonton tetap tinggi.
Titik balik terbesar dalam kariernya, menurut DiCaprio, terjadi saat merilis Titanic. Film ini memberinya kebebasan untuk memilih proyek film sendiri. Sebelumnya, ia banyak bermain di film-film independen dan selalu menyeleksi karakter yang paling menarik serta menantang untuk didalami.
âSaya selalu memilih karakter yang menurut saya paling menarik dan menantang,â ujarnya.
Dalam perjalanan karier terbarunya, Leonardo DiCaprio juga membintangi film One Battle After Another, yang digarap oleh sutradara kondang Paul Thomas Anderson.
Pilihan peran yang matang dan selektif seperti ini menjadi salah satu kunci kesuksesan DiCaprio, menunjukkan bahwa dedikasi pada kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas atau popularitas sesaat.
Dengan filosofi karier yang matang dan pendekatan jangka panjang ini, Leonardo DiCaprio membuktikan bahwa kesuksesan di dunia akting bukan hanya soal bakat, tetapi juga strategi, kesabaran, dan pilihan yang tepat.