Sosok Erawati, Tewas Terbakar Gendong Bayi Majikan Saat Kebakaran Hongkong

Rabu, 03 Des 2025, 17:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di balik hiruk pikuk kota modern Hong Kong, kisah tentang cinta kemanusiaan tanpa batas baru saja mengguncang hati banyak orang.

Namanya Erawati, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jawa Timur berusia 39 tahun. Ia pergi merantau dengan harapan sederhana, memperbaiki kehidupan keluarganya di tanah air. 

Ket. Foto: — Sumber: Instagarm

Namun takdir menulis akhir kisahnya dengan cara yang tak pernah dibayangkan siapa pun, kisah kepahlawanan.

Saat-saat Terakhir: Telepon Video yang Menggetarkan Nurani

Dilansir dari laman Instagram @china.travels, pada malam kebakaran hebat di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, Erawati melakukan panggilan video terakhir kepada suaminya di Indonesia. Waktu menunjukkan sekitar pukul 19.00 ketika api menyelimuti gedung.

Dalam sambungan yang getir itu, Erawati dilaporkan berkata bahwa ia sulit bernapas, tak yakin bisa bertahan, dan ia meminta maaf kepada suaminya serta keluarganya. Kata-kata itu menjadi jejak suara terakhir seorang perempuan kuat yang selama bertahun-tahun menanggung rindu demi keluarga.

Bagi sang suami, rekaman video itu menjadi bukti sekaligus luka, karena dari sanalah ia pertama kali mengenali Erawati di tengah bencana yang merenggut nyawanya.

Menggendong Bayi Majikan Hingga Nafas Terakhir

Kisah Erawati tak berhenti pada panggilan terakhirnya.

Seorang teman mengenangnya di media daring, mengungkapkan bahwa Erawati ditemukan meninggal dunia dalam posisi menggendong bayi majikannya.

Bayi tersebut kemudian berhasil diselamatkan. Keputusan Erawati untuk tetap melindungi anak yang bukan darah dagingnya, bahkan ketika keselamatannya sendiri semakin tipis, menjadikannya simbol cinta tanpa syarat.

Ia bisa saja menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Namun Erawati memilih untuk memastikan anak majikannya aman. Keberanian itu membuat dunia menundukkan kepala.

Nama Erawati mungkin tidak tercatat dalam buku sejarah, namun kisahnya akan terus hidup di hati banyak orang yang mendengar ceritanya. Ia adalah contoh bahwa kepahlawanan tidak membutuhkan seragam.

Terkadang, itu muncul dari perempuan sederhana yang bekerja di negeri jauh, memilih cinta dan pengorbanan sampai nafas terakhirnya.

Selamat jalan, Erawati.

Semoga Tuhan memberikan kedamaian abadi untukmu, dan menghapus air mata keluarga yang engkau tinggalkan. Dunia boleh lupa banyak hal, tetapi pengorbananmu tak boleh dilupakan.***

  • kebakaran Hongkong
  • Erawati

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.