Penyebab Jerawat di Kepala dan Faktor yang Memengaruhinya

Rabu, 03 Des 2025, 18:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jerawat tidak hanya muncul di wajah atau punggung, tetapi juga dapat tumbuh di kulit kepala.

Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti gatal, perih, hingga nyeri saat menyisir rambut. Jerawat di kepala pada dasarnya disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori atau folikel rambut, yang kemudian memicu peradangan.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Memahami penyebabnya sangat penting agar masalah ini dapat dicegah dan ditangani dengan tepat.

Faktor Penyebab

Penyebab paling umum terbentuknya jerawat di kulit kepala adalah penumpukan minyak alami (sebum), sel kulit mati, dan keringat.

Kulit kepala secara alami memproduksi minyak untuk menjaga kelembapan, namun jika produksinya berlebihan dan tidak dibersihkan dengan baik, minyak tersebut dapat menyumbat folikel rambut.

Ketika pori-pori tersumbat, bakteri mudah berkembang dan menimbulkan jerawat.

Selain itu, penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok, seperti sampo, gel, pomade, atau hairspray, juga bisa memperparah keadaan.

Kandungan kimia tertentu dapat meninggalkan residu di kulit kepala dan menghambat sirkulasi udara pada folikel rambut.

Ketika residu menumpuk, kulit kepala menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau berminyak.

Kebiasaan Sehari-hari

Faktor kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Jarang keramas setelah berolahraga, misalnya, membuat keringat dan minyak mengendap lebih lama di kulit kepala.

Begitu pula kebiasaan membiarkan rambut basah terlalu lama dapat menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk pertumbuhan jamur dan bakteri.

Penggunaan topi atau helm dalam waktu lama juga dapat menghalangi sirkulasi udara dan menyebabkan panas berlebih, sehingga meningkatkan produksi keringat dan minyak. Kombinasi tersebut membuat folikel rambut mudah meradang dan membentuk jerawat.

Stres

Dari sisi internal, faktor stres termasuk pemicu yang tak boleh diabaikan. Saat stres, tubuh meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mempercepat produksi minyak di kulit.

Ketika kadar minyak meningkat, risiko folikel tersumbat semakin besar. Selain itu, infeksi bakteri atau jamur, seperti Propionibacterium acnes atau Malassezia, dapat menimbulkan folikulitis, peradangan pada folikel rambut yang bentuknya serupa jerawat.

Pola Makan

Tidak hanya itu, pola makan juga memengaruhi kesehatan kulit kepala. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, atau produk olahan dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan memperburuk produksi minyak.

Pada sebagian orang, alergi makanan tertentu bahkan dapat memicu reaksi kulit. Di sisi lain, beberapa kondisi medis seperti dermatitis seboroik turut menjadi penyebab jerawat di kepala karena meningkatkan produksi minyak dan iritasi kulit.

Secara keseluruhan, jerawat di kepala dapat disebabkan oleh satu faktor atau kombinasi beberapa faktor sekaligus. Menjaga kebersihan kulit kepala, memilih produk rambut yang sesuai, mengelola stres, serta memperhatikan pola makan dapat membantu mencegah munculnya jerawat.

Jika jerawat membandel atau semakin parah, konsultasi ke dokter kulit adalah langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan yang tepat.***

  • jerawat di kepala

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.