Laporan tersebut dibuat setelah Inara merasa menjadi korban. Ia mengungkapkan bahwa Insanul ternyata masih berstatus sebagai suami dari seorang perempuan bernama Wardatina Mawa.
Fakta tersebut baru ia ketahui 12 hari setelah pernikahan siri berlangsung. Merasa dibohongi, Inara pun mengambil langkah hukum untuk mencari keadilan dan memperjelas duduk perkara.
Kuasa hukum Inara, Hamrin dan Andi Taslim, menyampaikan bahwa pihaknya telah secara resmi melaporkan Insanul Fahmi.
âYang ingin kami sampaikan adalah, hari ini kami melakukan pelaporan, terlapornya inisial IF (Insanul Fahmi),â ujar Hamrin, dikutip dari Warta Kota pada Selasa (2/12/2025).
Laporan Polisi atas Dugaan Penipuan
Hamrin menjelaskan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan yang dilakukan Insanul terhadap kliennya. Penipuan yang dimaksud terjadi sebelum pernikahan siri pada 7 Agustus 2025.
Menurut Hamrin, terdapat unsur tipu muslihat yang dilakukan oleh Insanul, salah satunya terkait status perkawinan yang diakui sebagai lajang ketika hendak menikah siri dengan Inara.
âKarena di situ ada tipu muslihat yang kami temukan, dan kami tadi sudah melampirkan bukti-bukti yang ada,â jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menyerahkan bukti berupa pengakuan Insanul Fahmi yang menyatakan dirinya masih single sebelum menikahi Inara.
âKami ada bukti pengakuan IF masih single sebelum menikahi siri Inara Rusli, klien kami,â tambahnya.
Hamrin berharap laporan ini menjadi titik terang agar Inara Rusli tidak lagi disudutkan dalam polemik yang belakangan terjadi.
âSemoga ini bisa ada titik terang, dan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang membawa kegaduhan,â ujarnya.
Inara Memilih Mundur dari Pernikahan Siri
Sebelum melayangkan laporan polisi, Inara Rusli melalui kuasa hukumnya telah memutuskan untuk mundur dari pernikahan siri dengan Insanul Fahmi. Keputusan itu diambil setelah ia mengetahui bahwa pria yang dinikahinya tidak sesuai dengan status yang sebelumnya diakui.
Inara disebut tidak ingin menjadi istri dari pria beristri. Rasa decewa dan keinginan untuk menghargai sesama perempuan menjadi alasan kuat mengapa ia memilih mundur dari pernikahan siri tersebut.
âSaya tegaskan Inara tidak mau menikahi pria beristri. Sampai akhirnya ia memilih mundur untuk menghargai hati dan perasaan sesama wanita,â ungkap Andi Taslim saat ditemui di kawasan Pluit, Jakarta Utara, beberapa hari lalu.
Kasus ini diperkirakan akan terus berkembang seiring proses hukum berjalan. Publik kini menantikan kelanjutan penyelidikan pihak kepolisian dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terlapor.