Waspada! 6 Kandungan Skincare Berbahaya untuk Ibu Menyusui, Bisa Ganggu ASI hingga Bahayakan Kulit Bayi!
Senin, 01 Des 2025, 10:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Bagi ibu menyusui, menjaga kesehatan bayi tidak hanya soal makanan dan pola hidup. Tanpa disadari, kandungan skincare yang digunakan sehari-hari juga berdampak pada si kecil.
Banyak perempuan berhati-hati saat hamil, tetapi justru lupa bahwa masa menyusui memiliki risiko serupa, bahkan beberapa bahan bisa bersentuhan langsung dengan bayi saat proses menyusui.
Produk yang digunakan pada wajah, leher, dada, hingga tangan sangat mungkin terpapar kulit bayi yang masih sangat sensitif. Sebagian bahan aktif bahkan dapat terserap ke aliran darah dan berpotensi memengaruhi produksi ASI.
Meski tubuh memiliki benteng alami seperti Blood Milk Barrier, tetap saja ada risiko bila bahan yang dipakai terlalu kuat atau mengandung zat kimia keras. Karena itu, memahami kandungan skincare yang harus dihindari menjadi hal krusial bagi ibu menyusui.
Berikut deretan kandungan skincare yang sebaiknya tidak digunakan saat menyusui.
1. Retinoid (Turunan Vitamin A)
Retinoid, termasuk retinol dan tretinoin, memang populer untuk anti-aging dan jerawat. Namun bagi ibu menyusui, bahan ini tidak dianjurkan karena ada kemungkinan terserap ke darah meski dalam jumlah kecil.
Selain itu, kontak kulit antara bayi dan area wajah atau dada ibu juga bisa menimbulkan iritasi pada bayi. Untuk hasil yang lebih aman, ibu bisa beralih ke bakuchiol, alternatif natural yang bekerja seperti retinol tanpa risiko berlebih.
2. Salicylic Acid
Bahan eksfoliasi ini sebenarnya aman dalam konsentrasi rendah, tetapi tetap harus digunakan dengan sangat hati-hati. Area yang mudah bersentuhan dengan bayi sebaiknya dihindari agar tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih tipis dan sensitif.
Jika membutuhkan perawatan jerawat, opsi yang lebih aman adalah benzoyl peroxide dosis ringan atau glycolic acid yang lebih ramah kulit.
3. Hydroquinone
Meskipun efektif untuk memudarkan flek dan hiperpigmentasi, hydroquinone memiliki tingkat penyerapan tinggi sehingga penggunaannya pada masa menyusui sebaiknya dihindari.
Karena efeknya pada bayi belum sepenuhnya diketahui, bahan ini dianggap berisiko. Sebagai gantinya, pilihlah pencerah kulit alami seperti vitamin C, kojic acid, atau licorice extract.
4. Formaldehyde dan Formaldehyde Releasers
Zat ini biasanya tersembunyi di dalam produk sebagai bahan pengawet. Risiko iritasinya cukup tinggi, dan untuk bayi, paparannya dapat memengaruhi pernapasan. Karena itu, ibu menyusui disarankan memilih produk bertanda formaldehyde-free atau menggunakan pengawet alami.
5. Fragrance dan Essential Oil Tertentu
Wangi memang menyenangkan, tetapi fragrance sintetis mudah memicu alergi dan kemerahan pada bayi. Beberapa essential oil seperti peppermint dan sage bahkan dikaitkan dengan kemungkinan menurunkan produksi ASI.
Lebih aman menggunakan produk fragrance free atau essential oil lembut seperti chamomile dan lavender.
6. Chemical Sunscreen
Sunscreen kimia seperti oxybenzone dapat terserap ke aliran darah dan dikaitkan dengan gangguan hormon. Untuk ibu menyusui, sunscreen fisik berbahan zinc oxide atau titanium dioxide jauh lebih aman karena tidak masuk ke dalam tubuh.
Masa menyusui membutuhkan perhatian ekstra dalam setiap produk yang digunakan. Untungnya, kini banyak pilihan skincare aman untuk ibu menyusui tanpa harus menghentikan rutinitas kecantikan.
Bila masih ragu, konsultasikan pilihan produknya dengan dokter atau konsultan laktasi.
- skincare
- Kandungan Skincare
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.