Mengapa Jerawat Sering Muncul Hanya di Bagian Dagu? Ini Penyebabnya

Senin, 01 Des 2025, 20:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak orang mengalami jerawat yang muncul hanya pada area tertentu di wajah, dan salah satu lokasi yang paling sering terkena adalah bagian dagu. Meski terlihat sepele, kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat kepercayaan diri menurun. 

Untuk mengatasinya secara tepat, penting memahami apa saja penyebab jerawat di area tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik

Faktor Hormonal

Fluktuasi hormon, terutama peningkatan hormon androgen, dapat memicu kelenjar minyak di kulit memproduksi sebum secara berlebihan.

Ketika minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori menjadi tersumbat dan jerawat pun muncul. Kondisi ini umumnya terjadi saat pubertas, menjelang menstruasi, masa kehamilan, pasca melahirkan, atau saat seseorang mengonsumsi kontrasepsi hormonal.

 Karena itu, tidak heran jerawat di dagu sering dianggap sebagai “jerawat hormonal”.

Selain faktor hormonal, penumpukan minyak dan kotoran juga berperan besar. Dagu merupakan bagian dari area T pada wajah, yaitu zona dengan jumlah kelenjar sebasea cukup banyak.

Ketika produksi minyak tidak terkontrol dan proses eksfoliasi kulit tidak berjalan optimal, pori-pori lebih mudah tersumbat. Penyumbatan inilah yang memicu peradangan pada kulit dan akhirnya menghasilkan jerawat.

Gesekan Berulang

Penyebab lainnya adalah gesekan berulang pada area dagu. Tanpa disadari, banyak objek yang sering bersentuhan dengan dagu, seperti kerah pakaian, jilbab, syal, masker, hingga ponsel.

Gesekan dan tekanan ringan secara terus-menerus dapat menimbulkan iritasi mikro pada kulit, yang kemudian memicu pembentukan jerawat.

Fenomena ini juga terlihat selama masa pandemi ketika penggunaan masker dalam waktu lama membuat banyak orang mengalami “maskne” atau acne akibat masker.

Tidak hanya itu, kebiasaan higienis yang kurang baik juga dapat memperburuk kondisi kulit dagu. Jarang mencuci muka secara teratur, membiarkan sisa makeup menempel saat tidur, tidak mengganti sarung bantal yang kotor, atau kebiasaan menyentuh dagu dengan tangan tanpa disadari dapat memindahkan kuman dan bakteri ke kulit.

Hal inilah yang menyebabkan jerawat semakin mudah terbentuk. Karena penyebabnya beragam, penanganan jerawat di dagu harus disesuaikan dengan sumber masalahnya.

Jika jerawat disebabkan oleh hormon, pengelolaan gaya hidup seperti tidur yang cukup, mengurangi stres, dan menjaga pola makan bisa membantu mengurangi gejalanya.

Sementara jika pemicunya adalah gesekan dan kebersihan, maka penggunaan masker yang bersih, mengganti sarung bantal secara rutin, serta berhenti menyentuh wajah dapat memberikan perbaikan signifikan.

Pada akhirnya, jerawat di dagu bukanlah masalah yang tidak dapat diatasi. Dengan memahami pemicu utamanya, melakukan perawatan kulit yang tepat, dan menjaga kebersihan, kulit di area dagu bisa kembali bersih dan sehat dalam jangka panjang.

Jika jerawat tidak juga membaik, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah paling bijak untuk mendapatkan penanganan profesional.***

  • jerawat dagu

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.