Bahaya Memencet Jerawat di Wajah, Kebiasaan Sepele yang Bisa Berakibat Fatal

Senin, 01 Des 2025, 14:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Banyak orang merasa tergoda untuk memencet jerawat di wajah, terutama saat tampilannya mulai mengganggu penampilan atau terasa sakit.

Namun, kebiasaan yang terlihat sederhana ini sebenarnya menyimpan berbagai risiko serius bagi kesehatan kulit.

Ket. Foto: Ilustrasi memencet jerawat — Sumber: Freepik

Memencet jerawat bukan hanya dapat memperparah kondisi peradangan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Asal Mula Jerawat

Secara medis, jerawat muncul ketika pori-pori tersumbat akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan bakteri.

Saat jerawat dipencet, tekanan yang ditimbulkan tidak hanya mendorong isi jerawat keluar, tetapi juga dapat menyebabkan bakteri dan nanah terdorong masuk lebih dalam ke lapisan kulit. 

Kondisi ini memicu peradangan lebih parah dan meningkatkan risiko terbentuknya benjolan yang lebih besar dan menyakitkan.

Bahaya Memencet Jerawat

Selain peradangan, bahaya terbesar dari kebiasaan memencet jerawat adalah infeksi. Jari yang digunakan biasanya tidak sepenuhnya steril, bahkan meski sudah dicuci tangan.

Bakteri yang berpindah dari tangan ke area jerawat yang terbuka dapat masuk ke jaringan kulit dan menimbulkan infeksi baru.

Infeksi tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan menyebabkan jerawat yang awalnya kecil berubah menjadi luka radang luas.

Risiko berikutnya yang tidak kalah penting adalah bekas luka permanen. Saat jerawat dipaksa pecah, jaringan kulit mengalami trauma.

Tubuh kemudian akan membentuk jaringan parut sebagai bagian dari proses penyembuhan, namun hasilnya tidak selalu mulus.

Inilah yang memicu munculnya bekas cekung (acne scars) atau noda hitam yang membutuhkan waktu lama, bahkan bertahun-tahun untuk memudar.

Banyak orang akhirnya harus menjalani perawatan mahal seperti microneedling atau laser untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Penyebaran Jerawat ke Daerah Lain

Memencet jerawat juga dapat menyebabkan penyebaran jerawat ke area lain. Nanah yang mengandung bakteri bisa menyebar ke pori-pori di sekitar wajah jika mengenai kulit, sehingga jerawat yang awalnya hanya satu bisa berkembang menjadi banyak. Karena itulah, banyak orang yang sering memencet jerawat mengeluh kondisi wajah justru semakin parah.

Alih-alih memencet, langkah yang lebih aman adalah memberikan perawatan yang tepat. Penggunaan produk yang mengandung asam salisilat, benzoyl peroxide, atau retinoid dapat membantu meredakan jerawat secara bertahap.

Kompres air hangat juga dapat membantu membuka pori dan mengurangi rasa sakit tanpa merusak kulit. Jika jerawat membesar atau terasa sangat nyeri, berkonsultasi ke dokter kulit adalah pilihan terbaik.

Jerawat memang sering membuat tidak percaya diri, tetapi memencetnya bukan solusi. Dengan kesabaran dan perawatan yang tepat, kulit bisa pulih tanpa risiko infeksi atau bekas luka yang membandel.

Menghentikan kebiasaan memencet jerawat bukan hanya investasi untuk penampilan saat ini, tetapi juga untuk kesehatan kulit jangka panjang.***

  • Bahaya Memencet Jerawat di Wajah

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.