Pelatih Kebugaran Rusia Meninggal Usai Konsumsi Junk Food Ekstrem, Kenali Bahaya Kalori Berlebih Bagi Tubuh

Minggu, 30 Nov 2025, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar duka datang dari dunia kebugaran internasional. Seorang pelatih kebugaran asal Rusia, Dmitry, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani pola makan ekstrem yang ia ciptakan sendiri sebagai bagian dari proyek penurunan berat badan untuk para pengikutnya.

Ironisnya, eksperimen yang ia maksudkan sebagai edukasi justru berakhir tragis.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram, Freepik

Dilansir dari laman Daily mail, selama berminggu-minggu, Dmitry menjalankan pola makan super tinggi kalori dengan tujuan meningkatkan berat badannya sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Ia mengumumkan rencananya kepada warganet, menaikkan bobot sekitar 25 kilogram, kemudian menunjukkan proses menurunkannya secara cepat melalui kursus online. Tujuannya adalah membuktikan bahwa perubahan tubuh drastis bisa dicapai dalam waktu singkat bila mengikuti metodenya.

“Saat ini saya sedang menaikkan berat badan untuk kursus penurunan berat badan saya, dan ini adalah diet 10.000 kalori saya," tulisnya di unggahan terbaru.

Kalimat itu kemudian menjadi kutipan terakhir yang banyak dibicarakan komunitas kebugaran.

Namun, sebelum rencana besar tersebut terlaksana, Dmitry mengalami henti jantung saat tidur. Upaya pertolongan tidak berhasil, dan ia dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya mengejutkan banyak pengikut, sekaligus menimbulkan diskusi luas tentang bahaya eksperimen ekstrem pada tubuh.

Mengapa Konsumsi Kalori Berlebihan Berbahaya

20251130120847_Screenshot_80.jpg

Tubuh manusia hanya mampu menerima dan mengolah energi dalam kapasitas tertentu. Ketika asupan kalori melonjak sangat tinggi setiap hari, tubuh dipaksa bekerja jauh di luar kemampuan normal. Dampaknya bukan sekadar kenaikan berat badan, tetapi gangguan sistemik pada organ penting.

Beberapa risiko kesehatan dari konsumsi kalori berlebih antara lain:

Pembebanan ekstrem pada jantung
Semakin besar massa tubuh seseorang, jantung harus memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Kenaikan berat badan drastis dalam waktu singkat membuat jantung bekerja berlipat ganda tanpa proses adaptasi bertahap.

Kelebihan lemak viseral
Kalori yang tidak digunakan akan disimpan sebagai lemak, termasuk lemak yang mengelilingi organ vital. Lemak viseral dikenal sebagai salah satu pemicu utama penyakit kardiovaskular dan henti jantung mendadak.

Gangguan metabolik
Peningkatan konsumsi makanan secara besar-besaran memperberat kinerja sistem pencernaan, liver, dan pankreas. Tubuh dipaksa memproses glukosa dan lemak dalam jumlah di atas batas aman.

Fluktuasi tubuh ekstrem
Menaikkan berat badan secara cepat, lalu menurunkannya secara agresif, dapat menciptakan stres metabolik berulang yang berdampak buruk bagi hormon, kesehatan otot, hingga sistem imun.

Pelajaran dari Tragedi Dmitry

Kisah Dmitry menjadi pengingat bahwa tubuh manusia bukan media eksperimen untuk kepentingan konten atau sensasi. Perubahan fisik membutuhkan waktu, proses, dan keamanan.

Diet ekstrem, baik menurunkan maupun menaikkan berat badan secara drastis, dapat membahayakan nyawa.

Menjadi bugar seharusnya berangkat dari rasa cinta terhadap diri sendiri, bukan ambisi menampilkan keberhasilan instan.

Konsistensi dan keseimbangan jauh lebih penting daripada kecepatan dan ketenaran. Tragedi ini semoga menjadi pelajaran bagi siapa pun agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menjalani hidup sehat.***

  • Konsumsi Junk Food Ekstrem
  • Pelatih Kebugaran Rusia

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.