Influencer China Sister Orange Dikabarkan Hilang Usai Temui Pacar di Kamboja, Keluarga Minta Bantuan Diplomatik

Kamis, 20 Nov 2025, 18:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Seorang kreator konten asal China yang dikenal dengan nama Sister Orange dilaporkan hilang di Kamboja sejak 12 November 2025. 

Influencer dengan lebih dari 120.000 pengikut di Douyin itu melakukan perjalanan dari Sihanoukville untuk menemui pacarnya yang dikenal sebagai Brother Dragon.

Ket. Foto: — Sumber: Vnexpress

Ia dijadwalkan kembali ke China pada 13 November, namun hingga kini tidak ada kabar mengenai keberadaannya. Ponselnya tidak aktif, sementara nomor sang pacar juga tidak dapat dihubungi, membuat keluarga dan para pengikutnya semakin cemas.

Menurut keterangan keluarga, Sister Orange berangkat ke Kamboja dalam kondisi emosional yang baik dan tidak memiliki masalah dengan teman ataupun kerabat. Kepergiannya murni untuk melakukan perjalanan pribadi. 

Namun setelah mengabari bahwa ia akan menemui pacarnya, komunikasi terputus sepenuhnya. Hingga otoritas China melakukan pengecekan, tidak ditemukan rekam jejak kedatangannya kembali ke negara tersebut pada tanggal yang dijadwalkan.

Keluarga sudah mengajukan laporan orang hilang dan berencana meminta dukungan dari Kedutaan Besar China di Kamboja serta Kementerian Luar Negeri China. 

Menambah Kasus Orang Hilang di Kamboja

Langkah ini ditempuh mengingat kasus orang hilang di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kamboja, sering kali melibatkan faktor kompleks, termasuk kemungkinan perdagangan manusia atau jaringan kriminal lintas negara.

Para pengikut Sister Orange pun turut menunjukkan kepedulian. Mereka menggalang dana untuk mendukung upaya pencarian, baik untuk operasional keluarga maupun biaya tambahan apabila diperlukan koordinasi lintas negara. Dukungan ini menggambarkan besarnya pengaruh sang influencer di komunitas digital serta solidaritas para penggemarnya.

Sementara itu, muncul spekulasi mengenai bisnis Brother Dragon yang diduga mencurigakan. Ia disebut terlibat kegiatan yang berkaitan dengan Sihanoukville, sebuah kota yang dalam beberapa tahun terakhir sering dikaitkan dengan operasi penipuan digital (scam), pusat perjudian ilegal, hingga jaringan kejahatan terorganisir. 

Meski belum ada konfirmasi resmi, hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa Sister Orange mungkin terseret dalam situasi berisiko.

Insiden hilangnya seorang warga negara di luar negeri menyoroti pentingnya perlindungan terhadap individu, efektivitas koordinasi diplomatik, serta penegakan hukum lintas batas.

Selain itu, meningkatnya kasus penipuan online dan maraknya jaringan kriminal digital menjadi pengingat bahwa masyarakat global membutuhkan literasi digital yang lebih kuat agar mampu mengenali dan menghindari potensi risiko.

Hingga kini, keberadaan Sister Orange masih menjadi misteri. Keluarga dan publik berharap pihak berwenang Kamboja dan China dapat bekerja sama secara intensif demi menemukan sang influencer dan memastikan keselamatannya.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pelancong dan pekerja digital mengenai pentingnya kewaspadaan saat berinteraksi dan bepergian ke wilayah dengan risiko keamanan tinggi.***

  • Sister Orange
  • Kamboja

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.