Cerita Sedih Sherly Tjoanda: Anak 19 Tahun yang Kehilangan Ayah, Dipaksa Dewasa dan Bekerja Demi Keluarga

Kamis, 20 Nov 2025, 10:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kisah duka sekaligus ketegaran keluarga Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik.

Dalam sebuah perbincangan menyentuh di siniar Denny Sumargo, istri mendiang Benny Laos itu tak kuasa menahan tangis saat membongkar perubahan hidup drastis yang dialami putra bungsunya setelah sang ayah pergi untuk selamanya.

Sherly mengaku, anak-anaknya kini menjadi tumpuan kekuatan yang membuatnya tetap mampu berdiri.

Ket. Foto: Sherly Tjoanda. — Sumber: Instagram

Namun, ada satu sosok yang membawa perubahan paling besar, putra bungsunya yang baru berusia 19 tahun.

Di usia yang seharusnya masih dipenuhi kebebasan dan keceriaan, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit, kehilangan figur ayah sekaligus harus belajar menjadi dewasa dalam waktu singkat.

“Kalau saya lagi gundah, sekarang larinya ke anak-anak. Tuhan itu kalau kasih cobaan, Dia siapkan juga kekuatannya. Anak bungsu saya itu mendadak jadi sangat bijak,” ujar Sherly sambil menahan tangis.

Menurutnya, sang putra sering kali memberikan pandangan dan keputusan yang jauh lebih matang darinya sendiri.

“Setiap saya bingung atau menghadapi dilema, dia bisa menjawab dengan lebih substansi, lebih dewasa daripada saya,” tambahnya dengan nada bangga bercampur sedih.

Namun di balik kebijaksanaan itu, Sherly menyimpan duka mendalam. Ia merasa bersalah melihat anak bungsunya harus mengorbankan masa mudanya.

Pemuda itu sebelumnya bersekolah di Amerika Serikat, namun harus pulang mendadak setelah ayahnya meninggal.

Tak hanya itu, kini ia bekerja dan mendampingi ibunya menjalankan berbagai tugas.

“Kadang hati saya hancur. Dia itu masih 19 tahun, harusnya masih main, masih bebas. Tapi sekarang dia kerja dan selalu ikut saya,” ucap Sherly, air mata kembali mengalir.

Ia menduga anaknya memilih berada di sisinya bukan sekadar untuk membantu bekerja, tetapi untuk memastikan sang ibu selalu aman, terutama saat turun ke daerah-daerah dalam kapasitasnya sebagai pejabat.

“Dia mungkin merasa lebih tenang kalau bisa menemani saya,” katanya lirih.

Sherly mengakui bagian paling berat dari masa berkabungnya bukanlah kesedihan sebagai seorang janda, melainkan rasa iba kepada anak-anaknya yang tumbuh tanpa ayah.

“Kalau soal saya, saya sudah cukup tegar. Tapi kalau sudah bicara soal anak… hati saya nggak kuat,” ungkapnya, kembali terisak dan tak mampu melanjutkan kalimat.

Kisah ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang pengorbanan seorang anak yang terpaksa tumbuh terlalu cepat demi keluarga.

Sebuah perjalanan emosional yang menyentuh siapa pun yang mendengarnya.

  • Sherly Tjoanda
  • Gubernur Maluku Utara

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.