7 Penyebab Vagina Mengeluarkan Gas, Normal Atau Tanda Bahaya?
Rabu, 19 Nov 2025, 06:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Keluar gas dari vagina, sering disebut queefing adalah kondisi ketika udara terperangkap lalu keluar dari vagina, terkadang disertai suara mirip kentut.
Meski terdengar memalukan, kondisi ini umumnya normal dan tidak berbahaya.
Namun, dalam kasus tertentu, keluarnya gas bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis.
Secara alami, jumlah udara dalam vagina sebenarnya sangat sedikit. Namun udara bisa masuk dan terperangkap dalam kantong-kantong kecil, lalu keluar secara perlahan atau tiba-tiba sehingga menimbulkan suara.
Getaran udara di saluran vagina lah yang memicu suara khas tersebut.
Berikut tujuh penyebab paling umum keluarnya gas dari vagina yang penting kamu ketahui.
1. Aktivitas Seksual
Aktivitas seksual merupakan penyebab nomor satu gas vagina. Gerakan penetrasi bisa membuat udara terdorong masuk ke dalam vagina. Saat orgasme terjadi atau penis ditarik keluar, udara dapat keluar kembali bersama suara.
Tidak hanya penetrasi, seks oral pun bisa memasukkan udara ke dalam vagina.
Aktivitas seksual yang terlalu agresif bahkan bisa memicu kondisi langka bernama pneumoperitoneum spontan, yaitu penumpukan udara di bawah diafragma yang menyebabkan nyeri dada atau perut bagian atas.
2. Penggunaan Produk Kewanitaan
Tampon dan menstrual cup dapat memasukkan udara ke dalam vagina saat dipasang. Ketika kamu melepasnya, udara yang ikut keluar dapat menghasilkan suara.
Mengikuti petunjuk pemasangan dengan benar dapat mengurangi risiko udara terperangkap.
3. Fistula Vagina
Fistula vagina adalah penyebab yang jarang terjadi namun cukup serius. Ini adalah lubang abnormal yang menghubungkan vagina dengan organ lain, seperti kandung kemih atau rektum.
Jika fistula terhubung ke usus besar, feses atau cairan dapat merembes keluar dari vagina.
Gejalanya termasuk gas berbau tidak sedap atau keluarnya cairan tidak normal.
4. Ketegangan Otot
Otot dasar panggul bisa tegang akibat aktivitas seksual, batuk kuat, olahraga intens, atau pemeriksaan ginekologi. Ketegangan ini dapat menjebak udara di dalam vagina hingga akhirnya keluar.
5. Fistula Rektovaginal
Jenis fistula ini menciptakan hubungan langsung antara rektum dan vagina, biasanya akibat komplikasi persalinan.
Bisa juga disebabkan operasi panggul, radiasi, hingga penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Gas yang keluar dari rektum dapat melewati vagina.
6. Disfungsi Otot Dasar Panggul
Berbagai kondisi seperti inkontinensia urine, prolaps organ panggul, atau kelemahan otot akibat melahirkan, obesitas, hingga usia dapat meningkatkan kemungkinan keluarnya gas.
Otot dasar panggul yang lemah lebih mudah mendorong udara masuk dan keluar.
7. Pemeriksaan Vagina
Saat dokter memasukkan spekulum dalam pemeriksaan panggul, udara sering ikut masuk. Wajar jika setelah spekulum dilepas, udara keluar kembali dari vagina.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski umumnya tidak berbahaya, keluarnya gas dari vagina perlu diperiksakan jika disertai:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman
- Kebocoran urine atau feses
- Bau busuk
- Perdarahan
- Peradangan atau pembengkakan jaringan vagina
Jika salah satu gejala ini muncul, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.
- vagina
- penyebab vagina mengeluarkan gas
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.