Wanita 50 Tahun Asal Jepang Didakwa Lakukan Pelecehan Seksual pada Jin BTS di Acara Fans Meet

Selasa, 18 Nov 2025, 11:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kejaksaan Distrik Timur Seoul resmi mendakwa seorang perempuan asal Jepang berusia 50-an, yang diidentifikasi sebagai “A”, atas dugaan melakukan pelecehan seksual terhadap Jin, anggota grup K-Pop BTS.

Pengumuman tersebut disampaikan pada beberapa waktu lalu, dengan penjelasan bahwa dakwaan dijatuhkan tanpa penahanan, namun tetap berada dalam kerangka Undang-Undang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual di Korea Selatan.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@lingling_group

Melansir dari laman Instagram @lingling_group, kasus ini bermula dari sebuah insiden yang terjadi pada Juni lalu, ketika Jin menggelar “acara pelukan” (hug event) di Stadion Indoor Jamsil, Seoul, sebagai bagian dari interaksi langsung dengan para penggemar setelah ia selesai menjalani wajib militer.

Dalam acara yang biasanya berlangsung dengan tertib tersebut, “A” diduga tiba-tiba mencium pipi Jin, tindakan yang dinilai melampaui batas interaksi yang diperbolehkan dan termasuk dalam kategori pelecehan seksual menurut hukum Korea Selatan.

Picu Respon Keras

Insiden tersebut langsung memicu respons keras di media sosial maupun komunitas penggemar BTS global. Banyak penggemar menilai tindakan tersebut tidak hanya melecehkan sang artis, tetapi juga mencederai keamanan acara yang seharusnya berjalan dengan nyaman bagi semua peserta.

Berbagai pengaduan publik pun masuk ke pihak kepolisian, mendorong dilakukannya penyelidikan lebih lanjut.

Awalnya, Kantor Polisi Songpa menahan “A” dan memanggilnya untuk interogasi. Namun penyelidikan sempat dihentikan sementara pada Maret, memunculkan spekulasi di kalangan publik.

Tidak lama kemudian, “A” hadir secara sukarela untuk memberikan keterangan tambahan, memungkinkan penyidik melanjutkan proses hukum yang sebelumnya tertunda.

Terbukti Lakukan Pelecehan

Setelah rangkaian pemeriksaan, polisi menyimpulkan bahwa unsur penganiayaan paksa dalam konteks pelecehan seksual terpenuhi. Ia didakwa tanpa penahanan.

Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke kejaksaan pada Mei, sebelum akhirnya Kejaksaan Distrik Timur Seoul mengonfirmasi dakwaan resmi terhadap yang bersangkutan.

Meski demikian, identitas lengkap “A” tetap dirahasiakan untuk menjaga privasi sesuai dengan ketentuan hukum Korea Selatan.

Peristiwa ini kembali membuka diskusi mengenai keamanan artis dalam acara publik, khususnya dalam industri K-Pop yang dikenal memiliki interaksi intens antara idola dan penggemar. Banyak pihak menilai pentingnya peningkatan standar keamanan untuk melindungi artis maupun peserta agar insiden serupa tidak terulang.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pihak manajemen BTS tidak memberikan pernyataan rinci terkait insiden tersebut.

Namun publik mengetahui bahwa kelompok tersebut kini sedang fokus mempersiapkan album penuh terbaru yang dijadwalkan rilis pada musim semi mendatang.

Kembalinya BTS dengan karya baru menjadi salah satu momen yang paling dinantikan industri musik global, terutama setelah para anggotanya menyelesaikan tugas wajib militer.***

  • Jin BTS

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.