Pada Jumat (14/11), alat berat tampak dikerahkan untuk menghancurkan bagian depan rumah tersebut. Puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi, menandai awal proses perataan total bangunan tersebut.
Sahroni sebelumnya sudah menyampaikan bahwa rumahnya memang akan diratakan dengan tanah dan dibangun ulang di lokasi yang sama.
Rencana itu sempat diungkapkannya ketika menggelar pengajian bersama warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Bendahara Umum Partai NasDem itu juga membagikan cerita lengkap soal pengalaman mencekam yang dialaminya saat rumahnya dijarah massa.
Dijarah Hingga Ludes
Rumah mewah Sahroni menjadi salah satu titik yang diserbu massa usai aksi unjuk rasa memanas pada Agustus lalu. Massa bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga membawa kabur seluruh barang-barang mewah yang ada di dalam rumah.
Saat kejadian berlangsung, Sahroni dan keluarga berada di dalam rumah dan memilih menyelamatkan diri dengan bersembunyi di lantai atas. Ia masuk ke dalam kamar mandi yang sempit untuk berlindung dari kerumunan massa yang masih mengamuk di bawah.
Namun, situasi semakin mencekam hingga membuat Sahroni mencoba naik ke atas plafon kamar mandi demi menyelamatkan diri. Upaya itu gagal karena konstruksi plafon tidak kuat menahan beban tubuhnya, sehingga ia terjatuh kembali ke dalam kamar mandi.
Dengan kondisi terpaksa, ia tetap berdiam di tempat itu sampai situasi mulai mereda.
Bantah Isu Kabur ke Luar Negeri
Setelah kejadian, sempat beredar rumor bahwa Sahroni kabur ke luar negeri dan tidak berada di rumah saat penjarahan terjadi. Isu tersebut langsung dibantah oleh Sahroni dalam sebuah tayangan YouTube.
"Orang pikir gua ke luar negeri, Singapura, Frankfurt, umrah. Saat kejadian tuh gua di sini, lagi ngobrol sama orang-orang NU. Nggak lama dia (penjarah) datang hitungan menit," ujar Sahroni.
"Orang bilang ke luar negeri, nggak ada itu. Itu super fitnah banget. Tetangga tahu, orang belakang tahu. Abis kejadian gua tetap di Jakarta," tegasnya.
Dengan pembongkaran yang kini mulai berjalan, Sahroni berencana membangun ulang rumah barunya di atas tanah yang sama setelah seluruh puing dibersihkan.
Ia berharap proses tersebut bisa menjadi langkah baru setelah melewati pengalaman yang disebutnya sebagai salah satu momen paling menegangkan dalam hidupnya.