Siapa Sangka? 3 Dampak Membentak Anak Ini Ternyata Bisa Bikin Anak Agresif dan Insecure

Jum'at, 14 Nov 2025, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Cantiks, pernah nggak sih, saat hari terasa super melelahkan, tanpa sadar kita membentak si kecil? Rasanya seperti cara tercepat agar mereka mau mendengar.

Padahal, kebiasaan membentak yang terlihat sepele ini bisa banget lho, memberikan dampak besar pada psikologis anak usia dini. Dampaknya bahkan bisa terbawa sampai mereka dewasa nanti!

Ket. Foto: Ilustrasi ketika ibu membentak anak. — Sumber: unsplash.com

Membentak anak termasuk interaksi negatif yang sering kali tanpa kita sadari bisa memengaruhi perkembangan perilaku mereka.

Kunci utama dalam pengasuhan adalah bagaimana kita merespons si kecil. Respon kita ini akan membentuk rasa percaya diri dan cara mereka memandang dunia.

Yuk, kita kenali tiga dampak psikologis utama yang muncul pada anak usia dini bila sering dibentak. Ini penting banget untuk kita sadari!

3 Dampak Psikologis Membentak Anak

1. Anak Cenderung Menunjukkan Perilaku Agresif

Anak usia dini sedang berada di fase mirroring, alias fase meniru. Mereka akan memerhatikan dan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Menurut pendidik, Atthariq Putri Utami, membentak dapat membentuk perilaku anak yang lebih agresif.

Saat kita membentak, si kecil akan meniru sikap tersebut saat mereka ingin menyampaikan keinginannya atau berinteraksi dengan orang lain.

Selain agresif, mereka juga bisa menjadi defensif dan sulit diajak komunikasi. Perilaku agresif ini bisa jadi long-term problem lho, Cantiks, terutama pada hubungan sosial mereka.

2. Anak Sulit Mengendalikan Emosinya

Cara kita menanggapi anak saat mereka marah atau kecewa akan menjadi contoh bagi mereka dalam mengekspresikan emosi.

Jika Cantiks sering membentak, anak akan belajar meniru kebiasaan buruk itu sebagai cara untuk berekspresi.

Akibatnya, mereka cenderung kesulitan mengendalikan emosi dalam kesehariannya. Mereka tidak tahu cara yang sehat untuk mengatasi perasaan mereka, sehingga mudah meledak atau tantrum karena mencontoh pola emosi yang mereka lihat dari orang tua.

3. Anak Bisa Kehilangan Rasa Percaya Dirinya

Ini adalah dampak yang paling sering luput dari perhatian. Ketika anak sering dibentak, pandangan mereka terhadap diri sendiri bisa berubah negatif. Mereka mulai merasa dirinya kecil, tidak mampu, dan kurang berharga.

Perasaan ini bisa bertahan lama. Dampaknya, mereka kehilangan rasa percaya diri dalam berbagai situasi, baik di rumah maupun di sekolah.

Mereka juga jadi ragu untuk mengekspresikan pendapat atau mencoba hal-hal baru karena takut salah dan kembali dibentak.

Oleh karena itu, Bunda, mari kita belajar untuk menanggapi si kecil dengan lebih sabar dan penuh pengertian.

Ingat, self-control kita adalah kunci untuk membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bahagia. Yuk, hindari kebiasaan buruk membentak ini mulai dari sekarang!

  • Parenting
  • Psikologi Anak

Redaktur: Sarah Ramadhani

Penulis: Sarah Ramadhani

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.