BPOM Rilis Daftar Minuman Kemasan Berbahaya, Ini Risiko Bagi Kesehatan

Jum'at, 14 Nov 2025, 15:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Minuman kemasan telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, praktis, mudah ditemukan, dan tersedia dalam berbagai rasa yang menarik.

Namun di balik kesegarannya, minuman jenis ini menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan. Kandungan bahan tambahan kimia, kadar gula yang sangat tinggi, serta potensi perpindahan zat berbahaya dari kemasan plastik menjadi alasan utama mengapa produk ini sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.

Ket. Foto: ilustrasi minuman kemasan berbahaya — Sumber: Instagram/@rumpi_gosip

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap beberapa minuman kemasan berbahaya yang menjadi favorit anak-anak.

"Jadi yang kami razia berupa minuman kemasan siap saji, sebagai salah satu contoh ada Pow**, Al*** dan lain-lain," ujar salah satu petugas, dikutip dari laman Instagram @rumpi_gosip.

Berikut beberapa dampak negatif dan berbahaya jika mengkonsumsi minuman kemasan.

Kandungan Tidak Sehat dalam Minuman Kemasan

1. Pemanis, Pewarna, dan Pengawet Buatan

Produsen minuman kemasan menambahkan berbagai zat kimia untuk memperbaiki rasa dan memperpanjang masa simpan. Pemanis buatan seperti aspartam atau sakarin digunakan agar minuman tetap manis tanpa menggunakan gula alami. Pewarna sintetis ditambahkan untuk membuat tampilan lebih menarik, sementara pengawet seperti natrium benzoat berfungsi mencegah pertumbuhan mikroba.

Meski dianggap aman dalam kadar tertentu, konsumsi berlebihan zat tambahan ini dapat membebani organ penting tubuh, terutama hati dan ginjal yang bekerja keras untuk memproses serta membuang residu kimia.

Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus berpotensi mengganggu fungsi metabolik dan sistem detoksifikasi alami tubuh.

2. Kandungan Gula yang Terlalu Tinggi

Hampir semua minuman kemasan mengandung gula tambahan dalam jumlah besar, termasuk fruktosa dalam bentuk sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS).

Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat, yang bila terjadi berulang akan memicu resistensi insulin. Kondisi ini merupakan awal dari berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan peningkatan kadar kolesterol.

Selain itu, kelebihan gula juga berkontribusi terhadap masalah kesehatan lain seperti perlemakan hati non-alkohol dan penurunan sensitivitas hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga meningkatkan risiko makan berlebihan dan penambahan berat badan.

Bahan Kimia Berbahaya dari Kemasan

1. Bisphenol A (BPA)

Sebagian kemasan plastik mengandung BPA, zat kimia yang diketahui dapat mengganggu sistem hormon. Paparan BPA dalam jangka panjang dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal, gangguan reproduksi, hingga perubahan perilaku. BPA dapat larut ke dalam minuman terutama ketika kemasan terpapar panas, misalnya saat botol dibiarkan di dalam mobil yang panas.

2. Logam Berat Seperti Antimon

Air dalam botol plastik juga dapat terkontaminasi antimon—logam berat yang digunakan dalam produksi plastik PET. Zat ini lebih mudah larut ketika botol dibiarkan terkena panas atau digunakan berulang kali untuk menyimpan cairan lain. Paparan antimon dalam jumlah tinggi bisa berbahaya bagi sistem pencernaan dan organ vital.

3. Asam Fosfat pada Minuman Soda

Soda sering mengandung asam fosfat untuk memberikan rasa asam yang khas. Zat ini mampu mengikis enamel gigi, meningkatkan risiko kerusakan gigi, dan dikaitkan dengan kepadatan tulang yang lebih rendah bila dikonsumsi jangka panjang.

Risiko Penyakit Kronis

Kombinasi bahan kimia tambahan, gula tinggi, dan potensi kontaminan dari kemasan membuat minuman kemasan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker, gangguan metabolik, dan gagal ginjal.***

  • Bpom
  • Minuman Kemasan Berbahaya

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.