Cerita Pilu Andien Pernah Alami Kekerasan dari Mantan Pacar, Dipukul Hingga Dibeset Pisau

Rabu, 12 Nov 2025, 09:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi Andien Aisyah, yang dikenal dengan suara khas dan gaya hidup mindful-nya, pernah membagikan kisah kelam dari masa lalunya.

Di balik citra positif dan kehidupannya yang kini tampak harmonis, Andien ternyata pernah menjadi korban kekerasan fisik dalam hubungan pacaran, yang ia sebut sebagai pengalaman “abusive relationship”.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram/@andien

Dalam pengakuannya, Andien menyebut bahwa kekerasan tersebut terjadi selama kurang lebih sembilan bulan.

Meski tidak mengategorikannya sebagai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena saat itu ia belum menikah, pengalaman tersebut meninggalkan luka mendalam, baik secara fisik maupun emosional.

Hal itu diungkap ketika menjadi bintang tamu di podcast milik Ivan Gunawan. Pelantun Gemintang ini mengaku mengalami hal nahas tersebut sepanjang berpacaran.

“Gue kayaknya diabuse banyak deh, sepanjang pacaran,” ujar Andien.

Kekerasan yang Dialami: Dari Pukulan hingga Ancaman Senjata Tajam

Andien mengungkapkan bahwa bentuk kekerasan yang ia alami tidak hanya berupa bentakan atau ancaman verbal, tetapi juga tindakan fisik yang membahayakan nyawa.

Ia mengaku pernah ditonjok, dicekik, dipukul dengan hardcase gitar, hingga dibeset dengan pisau oleh sang mantan pacar. Dalam satu peristiwa lain, ia bahkan diturunkan di jalan tol saat pertengkaran terjadi.

“Dipukul pakai kunci mobil, ditonjok. Kalau disilet enggak, tapi di (beset) pisau,” katanya, mengenang masa-masa tersebut.

“Makeup artist-ku waktu itu tahu banget bagian ini (mata) kan biru nih, jadi harus dicover,” tambahnya, mengingat bagaimana ia menutupi luka lebam agar tak terlihat di depan publik.

Sulit Keluar dari Hubungan Abusif

Meski mengalami kekerasan berulang, Andien mengaku tidak mudah untuk keluar dari hubungan itu. Ia menyebut perasaan iba dan empati justru membuatnya terjebak lebih lama.

Andien juga menyembunyikan pengalaman pahit itu dari orang tuanya karena takut mengecewakan dan tidak ingin menimbulkan kekhawatiran.

Ia memilih menanggung semuanya sendiri, sebuah keputusan yang kini diakuinya sebagai bentuk ketidaksiapan menghadapi kekerasan dalam hubungan.

Refleksi dan Pemulihan

Bertahun-tahun setelah kejadian itu, Andien perlahan bangkit dan memaknai ulang konsep cinta dan hubungan sehat.

Pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih sadar akan pentingnya batasan serta kesehatan emosional dalam hubungan.

Kini, Andien dikenal sebagai figur publik yang vokal menyuarakan self-awareness, healing, dan keberdayaan perempuan.

Ia berharap kisahnya dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama perempuan muda, agar tidak menormalisasi kekerasan dalam hubungan, sekecil apa pun bentuknya.

“Kalau ada yang membuat kamu takut, terluka, atau tidak jadi diri sendiri, itu bukan cinta,” tutupnya.***

  • Andien

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.