Anak Mendadak Menjauh? Waspada Parental Alienation Syndrome, Jangan Sampai Keluarga Rusak Secara Emosional

Selasa, 11 Nov 2025, 17:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernahkah merasa anak tiba-tiba menjauh dari salah satu orang tua tanpa alasan jelas? Jangan anggap remeh, karena ini bisa jadi gejala Parental Alienation Syndrome (PAS), fenomena psikologis serius yang bisa meninggalkan luka emosional jangka panjang.

Parental Alienation terjadi ketika seorang anak dipengaruhi secara emosional oleh salah satu orang tua untuk menolak, menjauhi, atau bahkan membenci orang tua lainnya, meskipun tidak ada alasan objektif seperti kekerasan atau pengabaian.

Ket. Foto: Ilustrasi anak dan ayah. — Sumber: Freepik

Fenomena ini sering muncul pasca perceraian atau konflik hak asuh yang tinggi, yang mana salah satu pihak berusaha memenangkan hati anak dengan cara menjelek-jelekkan mantan pasangannya.

Menurut Berkeley Well-Being Institute, anak yang menjadi korban alienasi sering diarahkan untuk melihat salah satu orang tua hanya dari sisi negatifnya.

Dalam kasus ekstrem, anak bahkan tidak mampu menyebut satu pun hal positif dari orang tua yang dijauhi. Magdalena Roszak (2021) menambahkan, faktor pemicu bisa berupa komunikasi yang buruk, tekanan emosional, dan kehilangan figur orang tua yang stabil, sehingga anak lebih mudah dipengaruhi oleh pihak yang dominan secara emosional.

Tanda-Tanda Parental Alienation

  • Anak menolak kuat satu orang tua, misalnya berkata “Aku nggak mau lihat bapak atau ibu itu” tanpa alasan jelas.
  • Alasan penolakan terdengar dipaksakan atau terlalu dewasa, seakan didikte oleh orang tua pengaruhnya.
  • Anak melihat orang tua yang ditolak sepenuhnya negatif, tanpa mampu menyebut satu pun hal positif.
  • Anak tampak nyaman saat sendirian dengan orang tua yang ditolak, tapi menolak bila orang tua pengaruhnya hadir.
  • Hubungan menurun drastis, seperti menghindari kunjungan atau komunikasi minim.

Dampak Parental Alienation

Anak yang mengalami alienasi berisiko tinggi mengalami kecemasan, stres kronis, trauma relasional, rendahnya kepercayaan diri, bahkan depresi di masa dewasa.

Orang tua yang dijauhi pun bisa mengalami rasa kehilangan mendalam hingga depresi berat.

Cara Menghadapinya

Jangan panik. Pertahankan komunikasi lembut dan konsisten dengan anak, hindari konfrontasi, dan fokus pada membangun rasa aman serta kepercayaan.

Libatkan psikolog atau terapis keluarga untuk memulihkan hubungan dan mengidentifikasi pola manipulatif. Jika terkait hak asuh, dokumentasikan perubahan perilaku anak sebagai bukti objektif.

Ingat, menjaga kesehatan mental orang tua juga penting. Jangan ragu mencari dukungan emosional dari sahabat, komunitas, atau profesional.

Perubahan sikap anak yang tiba-tiba bukan hal sepele, tangani sejak dini agar anak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih, bukan manipulasi.

  • Parenting
  • Parental Alienation Syndrome

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.